Harga Pertamax Naik
Harga Pertamax Naik, Warga Boalemo Gorontalo Pilih beralih ke Pertalite
Hal ini setelah harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax naik pada Rabu 10 Juni 2026.
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pertamamx-Boalemo-7777ddddddd.jpg)
Di tengah kondisi orderan yang disebut tidak seramai biasanya, para driver kini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli bahan bakar agar tetap bisa beroperasi di jalan.
Bagi sebagian pengemudi, kenaikan harga Pertamax bukan sekadar menambah pengeluaran harian, tetapi juga memangkas uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan makan dan keluarga.
Salah satunya dirasakan Jelin Lasena, seorang driver Grab di Kota Gorontalo.
Menurutnya, penghasilan yang diperoleh saat ini tidak sebanding dengan biaya operasional yang terus meningkat.
Ia mengaku biasanya mengisi penuh tangki motornya untuk menunjang aktivitas bekerja seharian.
Namun setelah harga Pertamax naik, beban pengeluaran semakin terasa.
"Jelas berdampak. Biasanya per hari saya isi full. Sekarang orderan juga susah, jadi terasa sekali," kata Djelin kepada TribunGorontalo.com diwawancarai, Kamis (11/6/2026).
Djelin mengatakan dirinya tetap menggunakan Pertamax meski harganya naik.
Ia belum berencana beralih ke jenis BBM lain karena khawatir memengaruhi performa mesin motornya yang digunakan setiap hari untuk bekerja.
"Kalau pindah belum. Takut pengaruh ke mesin motor. Mau tidak mau tetap isi Pertamax," ujarnya.
Menurutnya, lamanya BBM bertahan dalam tangki juga sangat bergantung pada jumlah order yang diterima.
Ketika pesanan ramai, bahan bakar lebih cepat habis karena mobilitas tinggi.
Sebaliknya saat order sepi, konsumsi BBM memang lebih sedikit tetapi pendapatan juga ikut menurun.
Kondisi itu membuat para pengemudi berada dalam posisi yang sulit.
Di satu sisi biaya operasional naik, sementara di sisi lain jumlah pelanggan tidak selalu stabil.