Kecelakaan di Gorontalo
BREAKING NEWS: 2 Pelajar Gorontalo Tewas usai Tabrak Truk Kontainer di Desa Tapadaa
Dua pelajar menjadi korban kecelakaan maut di Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Rahmat Hambali | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-sepeda-motor-korban-usai-menabrak-sebuah-mobil-kontener.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dua pelajar tewas setelah sepeda motor mereka menabrak bagian belakang truk bermuatan tiang yang sedang parkir di Desa Tapadaa, Boalemo, pada Minggu (19/04/2026) dini hari.
- Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.00 Wita saat korban dalam perjalanan menuju Desa Dulangeya
- Kondisi jalan yang gelap dan minimnya lampu penerangan jalan di lokasi kejadian diduga menjadi faktor pemicu kecelakaan
TRIBUNGORONTALO.COM – Dua pelajar menjadi korban kecelakaan maut di Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Korban kehilangan nyawa setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak bagian belakang truk bermuatan tiang yang terparkir di badan jalan pada Minggu (19/04/2026) dini hari.
Berdasarkan data yang dihimpun, korban pertama adalah Sendris Biu, tercatat sebagai warga Dusun III, Desa Dulangeya, Kecamatan Botumoito, Boalemo. Sementara korban kedua adalah Usman R Badoe, yang merupakan warga Kabupaten Gorontalo.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 03.00-03.30 Wita, Minggu (19/04/2026).
Sebelum kejadian, kedua korban bergerak dari arah Bolihutuo menuju Desa Dulangeya (Kabupaten Boalemo).
Saat melintas di Desa Tapadaa, sepeda motor korban menghantam truk kontainer yang terparkir di bahu jalan. Kendaraan besar itu diketahui mengangkut 10 tiang panjang menuju Jembatan Hutamonu.
Sopir mobil, Adi (45), asal Makassar, mengungkapkan bahwa saat kejadian dirinya tidak berada di dalam kendaraan.
"Pada saat kejadian, saya sementara buang air kecil. Tiba-tiba saya dengar suara benturan keras, lalu saya langsung cek,” ujar Adi saat ditemui TribunGorontalo.Com di Desa Tapadaa, Minggu (19/04/2026) siang.
Ia menambahkan, usai kejadian dirinya sempat berupaya meminta bantuan pengguna jalan lain. “Saya sempat hentikan satu mobil dan satu motor, tapi tidak berhenti,” tambahnya.
Baca juga: Isak Tangis Ayah Nazril Bocah Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo, Pertemuan yang Tak Terwujud
Suasana di TKP
Pantauan TribunGorontalo.com di tempat kejadian perkara (TKP), sepeda motor korban mengalami kerusakan parah pada bagian depan hingga tersangkut di bagian belakang truk.
Kondisi jalan yang gelap diduga menjadi salah satu faktor pemicu kecelakaan ini.
Seorang warga Desa Dulangeya, Jefri, mengungkapkan bahwa kondisi penerangan jalan di lokasi kejadian cukup minim.
“Di situ memang gelap sekali, lampu jalan kurang. Jadi kalau malam apalagi dini hari, jarak pandang terbatas,” ujar Jefri saat dikonfirmasi, Minggu.
Akibat benturan keras tersebut, kedua pelajar ini mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.