Berita Kriminal Gorontalo
Kronologi Kapten Kapal Pesan Narkoba di Gorontalo, Tertangkap saat Berlabuh di Tilamuta
Pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Boalemo bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya pengiriman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KOLASE-Kapten-Kapal-saat-tertangkap-tangan-terima-narkoba.jpg)
Dari hasil pemeriksaan, HR diketahui merupakan kapten kapal SPOB Duta Pertiwi yang tengah bersandar di Pelabuhan Tilamuta.
Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah kapal tersebut.
Di dalam kamar kapten, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika, di antaranya alat isap (bong), kaca pirex, sedotan yang telah dimodifikasi, korek api gas, serta gunting.
Dalam pemeriksaan awal, HR mengakui bahwa barang tersebut dipesan dari Palu.
Kapal yang dinakhodainya diketahui berlayar dari Semarang dan sedang berlabuh di pelabuhan dengan membawa muatan bahan bakar jenis solar.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan bersama pelaku ke Mapolres Boalemo.
Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk menelusuri jaringan peredaran narkotika lintas daerah yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Pelabuhan Tilamuta
Pelabuhan Pelabuhan Tilamuta menjadi salah satu titik penting aktivitas maritim di wilayah selatan Sulawesi, khususnya di Kabupaten Boalemo.
Berlokasi di Desa Pentadu Timur, pelabuhan ini berperan sebagai pusat distribusi barang dan penumpang yang menghubungkan daerah tersebut dengan berbagai wilayah lain di Indonesia.
Pelabuhan Tilamuta mulai dibangun pada tahun 2008 menggunakan pendanaan pemerintah dan resmi beroperasi setahun kemudian, yakni pada 2009.
Saat ini, pelabuhan tersebut berada di bawah pengelolaan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Sebagai pelabuhan regional, Tilamuta melayani berbagai aktivitas pelayaran, baik untuk angkutan barang maupun penumpang antar pulau.
Selain itu, pelabuhan ini juga mengelola sejumlah pelabuhan kecil di sekitarnya, termasuk di wilayah Pohuwato.
Dari sisi infrastruktur, pelabuhan ini memiliki kolam pelabuhan dengan luas sekitar 4.000 meter persegi dan kedalaman antara 9 hingga 12 meter.
Kondisi tersebut memungkinkan kapal berukuran menengah untuk bersandar dan melakukan aktivitas bongkar muat.