Berita Nasional
Anak Penyandang Disabilitas Rentan Alami Kekerasan, Pemerintah Diminta Perkuat Perlindungan
Anak penyandang disabilitas di Indonesia masih rentan mengalami kekerasan sehingganya Pemerintah Diminta Perkuat Perlindungan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ilustrasi-Penganiyaan-xvnhn.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Peningkatan kesadaran akan hak anak penyandang disabilitas kini menjadi sorotan di berbagai kota di Indonesia.
Sejumlah sekolah dan komunitas mulai menginisiasi program inklusif yang bertujuan mencegah kekerasan dan diskriminasi terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus.
Program ini tidak hanya menekankan keamanan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan dukungan emosional bagi anak penyandang disabilitas.
Para guru dan staf dilatih untuk mengenali tanda-tanda kekerasan serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi setiap anak.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan komunitas lokal terus diperkuat untuk memastikan perlindungan yang lebih efektif.
Orang tua dan wali juga diajak aktif berperan dalam mendukung anak agar bisa tumbuh dengan percaya diri dan kesempatan yang setara dalam pendidikan dan kehidupan sosial.
Dilansir dari Tribunnews.com, Indonesia Joining Forces (IJF) merilis kajian pengalaman kekerasan terhadap anak dengan disabilitas.
Disabilitas pada anak mengacu pada kondisi yang menyebabkan keterbatasan dalam kemampuan fisik, kognitif, sensorik, atau sosial anak, yang dapat menghambat partisipasi penuh dalam kehidupan sehari-hari.
Disabilitas meliputi fisik, intelektual, sensorik, mental atau perilaku maupun ganda.
Adapun IJF adalah sebuah konsorsium yang terdiri dari enam organisasi internasional dan nasional yang berfokus pada pemenuhan hak anak di Indonesia.
Tujuan utama IJF adalah menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan bagi seluruh anak, termasuk anak-anak penyandang disabilitas
Hasil kajian IJF menyebut kalau kekerasan terhadap anak disabilitas masih tinggi.
Sebanyak 9 dari 10 orang dekat anak disabilitas menyatakan pernah menyaksikan kekerasan terhadap anak dengan disabilitas.
Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 bertajuk 'Temu Anak Indonesia 2025: Inklusif, Penuh Makna, dan Riang Gembira' baru-baru ini.
Hasil kajian juga menyebutkan, kekerasan dalam bentuk verbal dan psikis/emosi adalah bentuk kekerasan yang paling banyak dialami oleh anak disabilitas.
| Fatalitas Kecelakaan Turun 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Mudik Lebaran Dinilai Lebih Aman |
|
|---|
| Komodo Terapkan Kuota Wisatawan, Mulai April Dibatasi 1.000 Orang per Hari |
|
|---|
| Debut Herdman Manis, Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0 dan Melaju ke Final FIFA Series |
|
|---|
| Gus Ipul Tegur Pola Kerja 804 ASN, Absen Jam 8 Pulang Jam 4 |
|
|---|
| Fenomena Langit April 2026: Pink Moon hingga Meteor 1.000 Per Jam Bisa Dinikmati di Indonesia |
|
|---|