Arti Kata
Apa Itu MMPI, Tes yang Dijalani Bharada E hingga Ketahuan Alami Kendala Psikologis Hipomania
Hasil MMPI tes pskilogi klinis Bharada E terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J, ialah hipomania dominan, apa itu tes MMPI?
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Richard Eliezer (Bharada E) terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), disebut memiliki kendala psikologis hipomania.
Kendala psikologis yang cenderung dimiliki Bharada E diketahui setelah ajudan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo itu melakukan asesmen MMPI.
Apa Itu MMPI?
MMPI merupakan singkatan dari Minnesota Multiphasic Personality Inventory.
Baca juga: Memahami Apa Itu Avoidance Conflict, Situasi Psikologis Bharada E yang Bikin Masalah Tak Selesai
Dilansir TribunGorontalo.com dari rsud.banjarkota.go.id, MMPI adalah tes psikologi yang dilakukan untuk menilai kepribadian dan psikopatologi.
Tes MMPI bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan mental.
Sehingga ahli psikologi dapat menentukan ada atau tidaknya gangguan mental pada orang yang menjalani tes MMPI ini.
Tes MMPI pertama kali dibuat pada tahun 1937 oleh Ahli Psikologi Klinis Starke R. Hathaway dan Neuropsikiatri bernama J. Charnley McKinley di University of Minnesota.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Hipomania, Kendala Psikologis yang Dialami Bharada E Terdakwa Kasus Brigadir J
Tujuan dari pembuatan tes MMPI ini ialah untuk memudahkan para ahli di bidang kesehatan mental dalam melakukan diagnosis berbagai gangguan mental.
Meski begitu, tes MMPI baru dipublikasi pada tahun 1943 dan telah melalui berbagai perubahan yang bertujuan untuk membuat hasilnya lebih akurat.
Hingga kini, tes MMPI termasuk dalam tes psikologi yang banyak digunakan dan telah diadaptasi oleh lebih dari 40 negara di dunia.
Selain untuk kebutuhan dalam dunia psikologi klinis, tes MMPI juga sering digunakan untuk kepentingan lain.
Baca juga: Ahli Psikologi Ungkap Gerak-gerik Bharada E saat Pertama Kali Bertemu, Tak Berani Kontak Mata?
Tes MMPI juga digunakan pada berbagai kasus hukum, seperti pada kasus kriminal untuk menilai pembelaan dari tersangka.
Tes MMPI pun digunakan dalam kasus perebutan hak asuh anak untuk menilai karakter dari kedua orangtua.
Tak hanya itu, tes MMPI dapat digunakan sebagai salah satu instrumen penilaian dalam rekrutmen pegawai perusahaan untuk profesi tertentu, khususnya yang memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sidang-brigadir-J-senin-26-des-2022_.jpg)