Khotbah Jumat
3 Teks Khotbah Jumat, Tentang Rezeki Halal hingga Resolusi Tahun Baru
Simak tiga contoh teks khotbah Jumat yang bisa dijadikan referensi saat menjadi khatib.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-khatib-sedang-menyampaikan-khotbah.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Simak tiga contoh teks khotbah Jumat yang bisa dijadikan referensi saat menjadi khatib.
Besok, umat islam akan kembali menjalani ibadah salat Jumat yang rutin dilaksanakan sekali dalam sepekan.
Sebelum salat, jemaah terlebih dahulu mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh khatib.
Khatib adalah orang yang berperan dalam memberikan khotbah di hari Jumat, hari raya idulfitri dan iduladha.
Berikut tiga teks khotbah jumat seperti dilansir TribunGorontalo.com dari NU Online.
1. Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ قَسَمَ الْأَرْزَاقَ بِالْحِكْمَةِ، جَعَلَ صِدْقَ الْمَكْسَبِ سَبَبًا لِسَعَادَةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَرَبَطَ بَيْنَ حَلَالِ الرِّزْقِ وَطُمَأْنِيْنَةِ الْقُلُوْبِ الثَّابِتَةِ، وَنَزَعَ الْبَرَكَةَ مِنْ كُلِّ مَالٍ دَخَلَ عَلَى الْعَبْدِ مِنْ طَرِيْقِ الْخَدِيعَةِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُصْلِحُ الْقُلُوْبَ الْمُضْطَرِبَةَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الَّذِيْ بَيَّنَ أَنَّ طِيْبَ الْمَطْعَمِ أَصْلُ الْعِبَادَةِ، وَنَقَاءَ الْمَكْسَبِ مِفْتَاحُ السَّعَادَةِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً تُزَكِّي الْأَعْمَالَ، وَتُنَقِّي الْأَرْوَاحَ، وَتَقُوْدُنَا إِلَى طَرِيْقِ الْحَلَالِ وَالسَّلَامَةِ، وَ عَلَى اٰلِهِ وَ أصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ تَعَالَى، وَ قَدْ قَالَ: وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙوَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Melanggengkan perasaan syukur atas segala nikmat Allah Ta'ala merupakan keharusan bagi kita sebagai hamba.
Karena seburuk apapun perilaku kita dan sedurhaka apapun keseharian kita, Dia selalu menganugerahkan kepada kita rezeki yang melimpah.
Sehingga dengan rezeki itu kita bisa tetap hidup, meskipun terkadang kita sedang berada di situasi yang sulit.
Shalawat dan salam, mari kita sampaikan pula kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw.
Sebab atas kedatangan beliau, kita bisa meneladan bagaimana cara hidup sesuai dengan tuntunan Tuhan.
Begitu pula kepada sahabat beliau, kerabat dan ulama yang telah mengajarkan kita tentan Iman, Ilmu, dan Amal, semoga rahmat Allah senantiasa tercurah kepada mereka.
Selanjutnya, di era ini, mari kita tanamkan dalam diri, bahwa ketakwaan adalah kunci dalam setiap kesulitan. Yakni, dengan kita selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, niscaya segala kemudahan akan menemani kita.
Karena hal tersebut, diikrarkan langsung oleh Allah dalam QS. Ath-Thalaq ayat 2-3:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا