Minggu, 15 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Wakil Gubernur Gorontalo Salurkan Ribuan Bantuan untuk Pelaku UMKM

Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menyalurkan bantuan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Wakil Gubernur Gorontalo Salurkan Ribuan Bantuan untuk Pelaku UMKM
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
BANTUAN UMKM -- Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah menyerahkan bantuan bahan produksi UMKM di Kecamatan Kota Utara, Kamis (28/8/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menyalurkan bantuan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo.

Sebanyak 1.645 paket bantuan bahan produksi diberikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, Kamis (28/8/2025).

Bantuan tahap kedua ini mencakup tiga kecamatan dan dialokasikan untuk empat kategori usaha: pedagang warung, pedagang gorengan, pedagang minuman, dan pedagang kue.

Idah Syahidah mengatakan, total ada 1.645 pelaku UMKM yang menerima bantuan. Setiap paket bantuan senilai Rp1 juta, berisi bahan-bahan pokok seperti beras, tepung, minyak goreng, dan gula pasir.

"Ini tahap kedua penyerahan bantuan, totalnya adalah 1.645 UMKM," ujar Idah, seraya mengaku bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang sudah hadir sejak pagi.

Ia menambahkan, program ini merupakan salah satu program unggulan pemerintah provinsi. Karenanya, jumlah bantuan akan dinaikkan menjadi Rp2,5 juta tahun depan. Idah juga menegaskan bahwa bantuan ini akan dievaluasi secara berkala.

"Yang hari ini masih merokok dimaafkan, tetapi tahun depan kami akan ketat memberikan penilaian," tegasnya.

Menurut Idah, tujuan utama dari bantuan ini adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga pelaku UMKM. Ia berpesan agar para penerima mampu mengelola keuntungan dengan baik dan tidak boros.

"Agar kesejahteraan rakyat meningkat, kesejahteraan keluarga meningkat, untuk itu harus berjuang," pesannya.

Ia juga memastikan bahwa bahan-bahan yang diberikan berkualitas, bukan "abal-abal". Idah mengingatkan para pedagang untuk selalu menjaga kualitas dan higienitas dagangan.

"Kalau flu pakai masker, kalau kue pengolahannya pakai sarung tangan," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved