Berita Nasional
Prajurit TNI AL Diduga Aniaya Dua Warga Pekanbaru, Satu Korban Meninggal Dunia
Insiden penganiayaan yang melibatkan seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) terhadap dua warga Pekanbaru, Riau, berbuntut tragis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Korban-penganiayaan-prajurit-TNI-AL-Gunawan-Santosa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Insiden penganiayaan yang melibatkan seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) terhadap dua warga Pekanbaru, Riau, berbuntut tragis.
Salah satu korban, Gunawan Santosa, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis intensif.
Kejadian ini memicu desakan dari pihak keluarga agar proses hukum dijalankan secara transparan dan tuntas.
Gunawan dan rekannya, Supriyanyo, menjadi korban kekerasan pada 15 Agustus 2025.
Menurut keterangan Supriyanyo, mereka tengah memetik buah sukun di lahan kosong ketika didatangi oleh seorang prajurit TNI AL berinisial MZ.
Tanpa peringatan, pelaku langsung memukul mereka menggunakan senjata api.
“Tiba-tiba pelaku memukul kami dengan senjata api. Lalu kami dibawa ke teras rumahnya dan kembali dipukul membabi buta dengan cangkul kecil,” ujar Supriyanyo, Selasa (26/8/2025).
Gunawan sempat berusaha melindungi kepalanya dengan tangan, namun tetap mengalami luka serius.
Setelah penganiayaan, pelaku membawa Gunawan ke kantor polisi dengan tuduhan pencurian.
Namun, Gunawan dipulangkan keesokan harinya karena tidak terbukti bersalah.
Kondisi Gunawan memburuk setelah kejadian. Ia sempat dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau, lalu dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad.
Hasil pemeriksaan menunjukkan ia positif tetanus. Sehari setelah dirawat, Gunawan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Agustus 2025.
Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL), yang kemudian melakukan mediasi.
Rudi, kakak korban, meminta agar pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum.
“Kami harap Panglima TNI dapat segera mengusut penganiayaan ini. Saya harap oknum tersebut segera diproses agar arwah adik saya tenang,” kata Rudi.
“Kami minta pelaku segera ditangkap, dan kirimkan dokumen sebagai bukti bahwa pelaku memang sudah ditahan,” tambahnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa pelaku telah ditangkap dan tengah diperiksa oleh POM AL.
“Jajaran TNI AL di wilayah Dumai ikut membantu proses penyidikan, karena diduga melibatkan personel TNI AL yang berdinas di lingkungan Mabes TNI,” ujar Tunggul.
Ia menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara profesional dan sesuai dengan hukum yang berlaku, demi menjamin keadilan bagi semua pihak.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.