Kamis, 12 Maret 2026

Berita Gorontalo Populer

3 Berita Lokal Gorontalo Terpopuler: Kronologi Agus Hilimi Disekap hingga Renovasi Kantor Gubernur

Berikut ini 3 berita yang menjadi populer di TribunGorontalo.com pada Rabu (27/08/2025) pagi ini:

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto 3 Berita Lokal Gorontalo Terpopuler: Kronologi Agus Hilimi Disekap hingga Renovasi Kantor Gubernur
Kolase TribunGorontalo.com/Ist
WARGA DISEKAP -- Kolase foto Agus Hilimi. Warga Desa Tolotio itu mengaku disekap di Kamboja. Pihak perusahaan tempat Agus Hilmi bekerja meminta uang tebusan. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Inilah 3 berita lokal Gorontalo yang menjadi terpopuler di portal TribunGorontalo.com pada Rabu (27/08/2025).

Portal TribunGorontalo.com telah menyajikan ratusan berita termasuk puluhan berita lokal Gorontalo dalam 24 jam terakhir. 

3 berita lokal di antaranya mendapat perhatian tribunners atau pembaca Tribun hingga menjadi populer.

Ada berita terkait polemik bayi meninggal di RS, ada berita terkait warga Gorontalo tertipu dan disekap di Kamboja.

Ada juga rencana pemprov melakukan renovasi kantor Gubernur.

Berikut ini 3 berita yang menjadi populer di TribunGorontalo.com pada Rabu (27/08/2025) pagi ini:

1.Polemik Bayi Meninggal di RS Bunda Gorontalo, Pasien Alami Pendarahan Tanpa Pendampingan Medis

Kabar duka menyelimuti keluarga Ain Suleman (23) setelah bayi yang dinanti-nantikan meninggal dunia usai persalinan di RS Bunda Gorontalo. 

Pihak keluarga menduga ada kelalaian medis yang mengakibatkan Ain mengalami pendarahan hebat tanpa pendampingan medis yang memadai.

Menurut kuasa hukum keluarga, Wahidin Tanaiyo, peristiwa tragis ini berawal saat Ain datang ke rumah sakit untuk melahirkan. 

Bukannya mendapat perawatan sesuai standar, Ain justru dibiarkan dalam kondisi darurat tanpa pengawasan tenaga medis.

"Selama persalinan, korban tidak mendapat penanganan medis yang memadai sesuai standar," ujar Wahidin, saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, pada Selasa (26/8/2025).

Kelalaian ini mengakibatkan Ain melahirkan sendiri dalam kondisi pendarahan hebat, hingga bayi yang dilahirkannya tak tertolong dan meninggal dunia.

Tim kuasa hukum keluarga korban menemukan setidaknya empat faktor yang mengindikasikan adanya malpraktik, yakni tidak adanya pendampingan medis yang serius. Juga dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), kelalaian pelayanan, serta lemahnya monitoring kondisi ibu dan janin.

"Akibat kelalaian itu, keluarga mengalami kerugian besar dengan meninggalnya sang bayi," tegas Wahidin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved