Gorontalo Half Marathon
Kuota Nyaris Terpenuhi, Pendaftaran Gorontalo Half Marathon 2025 Berpotensi Ditutup Lebih Cepat
Setelah dibukanya Promo Kemerdekaan pada pekan peringatan HUT RI ke-80, panitia mencatat lonjakan hingga seribu pendaftar baru dalam waktu singkat
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gorontalo-Half-Marathon-8888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Antusiasme masyarakat terhadap Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 terus meningkat.
Setelah dibukanya Promo Kemerdekaan pada pekan peringatan HUT RI ke-80, panitia mencatat lonjakan hingga seribu pendaftar baru dalam waktu singkat. Lonjakan ini membuat kuota peserta semakin cepat terisi dan kini mendekati batas maksimal yang ditetapkan panitia.
“Promo Kemerdekaan kami hadirkan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan Republik Indonesia.
Tahun ini Indonesia memperingati Dirgahayu ke-80, sehingga kami memberikan diskon Rp80.000 kepada calon peserta," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, kepada TribunGorontalo.com, Jumat (22/8/2025).
Berdasarkan jadwal, pendaftaran GHM 2025 akan ditutup pada 30 September 2025. Namun, kesempatan itu bisa berakhir lebih cepat jika total kuota 3.000 peserta sudah terpenuhi.
“Demi kualitas pengalaman berlari, keselamatan, dan layanan terbaik di hari lomba, jumlah peserta kami batasi sesuai kapasitas," imbuhnya.
“Meskipun batas akhir pendaftaran hingga 30 September, jika kuota 3.000 telah terpenuhi sebelum tanggal tersebut, pendaftaran akan kami tutup,” tambahnya.
Baca juga: Ustazah Oki Setiana Dewi Akan Isi Kajian di Kabupaten Gorontalo, Ini Jadwal dan Lokasinya
Selain respons peserta dari berbagai daerah, dukungan warga lokal juga dinilai luar biasa. Semangat itu membuat penyelenggara semakin optimistis menjadikan GHM sebagai agenda besar sport tourism di Gorontalo.
“Antusiasme ini menjadi bukti nyata bahwa Gorontalo siap menjadi tuan rumah yang ramah,” kata Danial.
GHM 2025 tidak hanya menyasar pelari lokal. Panitia juga gencar melakukan promosi di tingkat nasional, termasuk melibatkan jaringan komunitas perantau Gorontalo di berbagai daerah.
“Ini kami sosialisasikan juga di lingkup grup Diaspora seluruh Indonesia,” tambah Danial.
Dengan konsep sport tourism, GHM 2025 diharapkan mampu memperkenalkan destinasi wisata, keramahtamahan masyarakat Gorontalo, sekaligus mendorong gaya hidup sehat dan mempererat rasa kebangsaan melalui momentum kemerdekaan.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)