Berita Gorontalo
90 Persen Perpustakaan di Gorontalo tak Terakreditasi, Rata-rata Kekurangan Buku
Provinsi Gorontalo tercatat memiliki hampir 2.000 perpustakaan. Jumlah itu mencakup perpustakaan umum, sekolah, desa hingga lembaga keagamaan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/192023_referensi-skripsi_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Provinsi Gorontalo tercatat memiliki hampir 2.000 perpustakaan.
Jumlah itu mencakup perpustakaan umum, sekolah, desa hingga lembaga keagamaan.
Namun sayangnya, kualitas dan standarisasi layanan masih jauh dari harapan.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, mengungkapkan dari ribuan perpustakaan tersebut, hanya sebagian kecil yang sudah memenuhi standar akreditasi.
“Dari total itu, yang sudah terakreditasi belum sampai 10 persen,” ujarnya dalam rapat TAPD di DPRD Provinsi Gorontalo, Jumat (22/8/2025).
Menurut Ridwan, akreditasi penting karena menjadi tolok ukur pemenuhan Standar Nasional Perpustakaan.
Ada banyak komponen yang dinilai, salah satunya jumlah koleksi buku.
Ridwan mencontohkan, Perpustakaan Daerah Gorontalo yang menyandang nama besar HB Jassin, seharusnya memiliki sedikitnya 50.000 judul buku.
Namun kenyataannya, koleksi yang tersedia masih jauh di bawah standar.
“Kondisi yang ada saat ini, belum ada separuh yang di dinas,” ungkapnya.
Tak hanya itu, sarana dan prasarana pendukung juga masih minim.
Ruangan perpustakaan disebut panas karena belum dilengkapi pendingin udara.
Bahkan, banyak koleksi yang dimiliki hanyalah buku pelajaran yang sama dengan yang digunakan siswa di ruang kelas.
“Hal itu menurutnya cukup mempengaruhi minat baca anak-anak di Provinsi Gorontalo,” jelas Ridwan.
Meski demikian, Ridwan menyebut capaian literasi Gorontalo masih bisa diperhitungkan.