Berita Nasional

Jurnalis Tribun Banten Dikeroyok Saat Liput Penyegelan Pabrik Pertambangan

Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Muhammad Rifky Juliana, reporter Tribun Banten, menjadi korban pengeroyokan saat meliput

|
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jurnalis Tribun Banten Dikeroyok Saat Liput Penyegelan Pabrik Pertambangan
TribunGorontalo.com
WARTAWAN TRIBUN DIKEROYOK - Seorang jurnalis dari Tribun Banten, Muhammad Rifky Juliana, menjadi korban pengeroyokan saat melakukan peliputan terkait penyegelan pabrik PT Genesis Regeneration Smelting di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis (21/8/2025). Kini, dia dirawat di RS Bhayangkara Banten. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Muhammad Rifky Juliana, reporter Tribun Banten, menjadi korban pengeroyokan saat meliput penyegelan pabrik PT Genesis Regeneration Smelting di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.

Insiden terjadi pada Kamis siang dan menyebabkan Rifky harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Banten untuk menjalani perawatan.

Menurut kesaksian Rifky, pengeroyokan terjadi secara tiba-tiba saat ia sedang mengambil gambar di lokasi.

Sejumlah orang berseragam merah, yang diduga merupakan karyawan pabrik, langsung memukulnya.

Baca juga: Viral! 2 Siswi SD di Gorontalo Baku Hantam Gara-gara Konten TikTok

Rifky sempat mencoba melarikan diri namun terjatuh ke selokan dan tetap dikejar hingga akhirnya diselamatkan oleh warga sekitar.

“Saya dikeroyok, sudah sempat kabur, tapi jatuh ke selokan, terus masih dikejar dan dipukul,” ujar Rifky, dikutip dari Tribun Banten.

Akibat serangan tersebut, Rifky mengalami cedera di bagian pundak dan telinga.

Ia telah menjalani visum dan menyerahkan hasilnya ke Polsek Jawilan sebagai bukti laporan.

Insiden ini tidak hanya menimpa Rifky. Sejumlah jurnalis lain dari media nasional juga menjadi korban kekerasan.

Menurut Iqbal, salah satu jurnalis yang turut meliput, serangan terjadi saat mereka hendak meninggalkan lokasi usai wawancara dengan pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Ia menyebut pelaku terdiri dari satpam pabrik dan anggota ormas.

“Tiba-tiba kita diserang, pas kita mau balik anak-anak pada dihajar,” ungkap Iqbal.

Wartawan televisi nasional, Hendi, menambahkan bahwa ketegangan sudah muncul sejak awal peliputan.

Ia menyebut ada pelarangan pengambilan gambar oleh oknum yang diduga anggota Brimob.

“Awalnya kita datang ke situ, dihalangi oknum diduga Brimob. Kita sempat bersitegang,” katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved