Rabu, 11 Maret 2026

Info Cuaca Gorontalo

Daftar Wilayah Gorontalo yang Sudah Masuk Musim Kemarau, Sisanya Masih Penghujan

BMKG Wilayah IV Makassar mengumumkan bahwa dua dari delapan Zona Musim (ZOM) di Provinsi Gorontalo telah memasuk

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Daftar Wilayah Gorontalo yang Sudah Masuk Musim Kemarau, Sisanya Masih Penghujan
BMKG GORONTALO
BMKG -- Peta Informasi Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Dasarian 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengumumkan bahwa dua dari delapan Zona Musim (ZOM) di Provinsi Gorontalo telah memasuki musim kemarau sejak awal Agustus 2025.

Peringatan ini termuat dalam Buletin Informasi Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Dasarian II Agustus 2025 yang dikirimkan kepada Gubernur Gorontalo, 10 Agustus lalu kemarin.

Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, menyebutkan bahwa dua wilayah yang masuk musim kemarau meliputi:

Gorontalo-1 — Gorontalo Utara bagian timur.

Gorontalo-5 — sebagian Bone Bolango bagian utara, sebagian Gorontalo bagian tengah, dan sebagian Boalemo bagian barat laut.

Baca juga: UNG Resmi Kukuhkan 5.281 Mahasiswa Baru, Rektor Ajak Fokus dan Lulus Tepat Waktu

Enam zona musim lainnya di Gorontalo dipastikan masih berada dalam musim hujan, yaitu Gorontalo-2, Gorontalo-3, Gorontalo-4, Gorontalo-6, Gorontalo-7, dan Gorontalo-8.

Zona waktu ini mencakup sebagian besar wilayah Kota Gorontalo, Pohuwato, Bone Bolango, Boalemo, dan wilayah pesisir lainnya.

Meski hanya dua zona masuk kemarau, BMKG mengingatkan bahwa risiko bencana hidrometeorologi tetap tinggi di seluruh Gorontalo.

Daerah musim hujan berpotensi mengalami banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, sedangkan wilayah kemarau perlu mewaspadai kekeringan dan kebakaran hutan atau lahan.

BMKG juga melaporkan kondisi ENSO (El Nino–Southern Oscillation) saat ini berada pada kategori netral dengan indeks -0,37, dan diperkirakan bertahan hingga akhir 2025.

Indeks IOD juga netral. Kondisi ini berarti tidak ada anomali besar yang memicu cuaca ekstrem skala global, namun potensi cuaca ekstrem lokal tetap ada.

Masyarakat diminta untuk:

Waspada terhadap perubahan cuaca mendadak seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Menjauhi area terbuka saat terjadi hujan badai, serta menghindari bangunan dan infrastruktur yang rapuh.

Mengantisipasi dampak cuaca panas dengan cukup minum, menggunakan pelindung diri, dan menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Memantau informasi cuaca terkini melalui situs web dan kanal resmi BMKG.

Peringatan ini disusun berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi Gorontalo dan Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo, dan diharapkan menjadi acuan pemerintah daerah dalam langkah mitigasi menghadapi potensi bencana hingga akhir musim kemarau nanti. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved