Senin, 16 Maret 2026

Rojali dan Rohana Gorontalo

Rojali dan Rohana di Gorontalo: Apa Kata Pedagang soal Pengunjung yang Hanya Tanya Tanpa Beli?

Istilah “rojali” (rombongan jarang beli) dan “rohana” (rombongan hanya nanya-nanya) tengah menjadi perbincangan di kalangan anak muda Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Rojali dan Rohana di Gorontalo: Apa Kata Pedagang soal Pengunjung yang Hanya Tanya Tanpa Beli?
FOTO: Jefri Potabuga, TribunGorontalo.com.
MALL GORONTALO -- Suasana Citimall Gorontalo saat ini, Sabtu (9/8/2025). Fenomena pengunjung mall yang hanya nanya-nanya atau jarang beli mulai ramai dibicarakan. Bagaimana tanggapan pedagang di Gorontalo? Simak kisah mereka dalam liputan berikut ini! 

TRIBUNGORONTALO.COM – Istilah “rojali” (rombongan jarang beli) dan “rohana” (rombongan hanya nanya-nanya) tengah menjadi perbincangan di kalangan anak muda Gorontalo.

Fenomena ini menggambarkan kebiasaan pengunjung mall yang kerap datang hanya untuk bertanya atau melihat-lihat tanpa akhirnya membeli produk.

Jesika Manarongsong, karyawan di tenan parfum Mall Gorontalo, mengaku baru mengenal istilah tersebut.

Namun ia mengakui sering berhadapan dengan pengunjung yang hanya bertanya tanpa membeli. 

“Kalau yang hanya bertanya-tanya itu banyak,” ujarnya saat ditemui Sabtu (9/8/2025).

Meski demikian, Jesika menegaskan bahwa hal itu bukan masalah besar.

Baginya, tugasnya sebagai marketing adalah melayani semua pengunjung dengan ramah.

Artinya penjual tak harus mempersoalkan apakah pengunjung membeli atau tidak. 

“Tugas kami menawarkan produk dan berusaha membuat pengunjung tertarik membeli. Kalau pun tidak jadi beli, tetap harus ramah,” jelasnya.

Senada, Icah Mobonggi yang bekerja di tenan mainan anak-anak juga sempat merasa kesal.

Ia menceritakan saat menghadapi pengunjung yang hanya bertanya tapi tidak membeli.

Namun, lama-kelamaan ia mulai memahami dan menganggapnya sebagai tantangan pekerjaan.

“Tantangan marketing adalah bagaimana mengubah pengunjung yang awalnya tidak tertarik menjadi suka dengan produk kita,” ujarnya.

Menurut Icah, kendala terbesar adalah ketika pengunjung langsung pergi setelah mendengar harga produk.

“Ada yang langsung kabur saat tahu harga, ada juga yang menawar. Cara merayu pengunjung sangat penting,” katanya.

Fenomena rojali dan rohana ini dianggap oleh para pedagang sebagai bagian dari dinamika berjualan di mall yang ramai.

Meskipun terkadang menyita waktu, mereka tetap mengutamakan pelayanan yang ramah dan profesional agar pengunjung merasa nyaman.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved