Berita Gorontalo
44 Warga Gorontalo Bekerja Resmi di Luar Negeri, Mayoritas di Arab Saudi
Selama dua tahun terakhir, total 44 warga Gorontalo tercatat bekerja di luar negeri.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/P4MI-Sutrisno-Koordinator-P4MI-Gorontalo-Jumat-882025.jpg)
Menanggapi banyaknya isu penyiksaan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, ia menyebut bahwa kondisi itu juga tetap menjadi perhatian P4MI.
Jika mendapatkan informasi tersebut, Sutrisno menyampaikan pihaknya akan melakukan pengecekan di sistem, apakah yang bersangkutan adalah warga negara yang memang benar-benar legal atau resmi berangkat bekerja atau tidak.
“Kurang lebih sekitar 80 sampai 90 persen yang kita tangani (kasus kekerasan) itu adalah ilegal,” ungkapnya.
Namun meski begitu, dalam kondisi yang kemudian memaksa negara harus berbuat, P4MI akan berupaya semaksimal mungkin memulangkan atau mengurus kepulangan dari pekerja Indonesia yang berada di luar negeri, baik legal maupun ilegal.
“Namanya warga negara, legal atau ilegal tetap kita harus selamatkan dia. Kalau memang dia masih hidup usahakan harus kita selamatkan, kalau dia sudah mati minimal pulangkan jenazahnya,” tegas Sutrisno.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan melakukan deteksi dan identifikasi di mana tempat dia bekerja dan akan meminta pertanggungjawaban, baik di perusahaan formal maupun informal.
Sutrisno pun mengimbau warga Gorontalo yang ingin bekerja di luar negeri agar melakukannya secara resmi.
“Sehingga nanti akan ada kesan pergi sebagai migran pulang sebagai juragan,” ujarnya.
P4MI juga memberikan perlindungan saat mereka pulang atau selesai kontrak dari pekerjaan.
“Saat dia pulang kita adakan satu pelatihan kewirausahaan,” jelasnya.
Hal itu dilakukan agar para pekerja dapat mengatur dan mengelola keuangannya setelah selesai bekerja di luar negeri, sehingga uang tersebut dapat digunakan secara produktif, bukan untuk foya-foya.
Untuk kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Gorontalo, Sutrisno menyebut semuanya diawali dengan MoU.
“Semua MoU dengan kabupaten/kota di Gorontalo sudah selesai terkait dengan pelatihan calon PMI,” jelasnya.
Namun, untuk saat ini, yang sudah melakukan implementasi baru Kabupaten Boalemo.
“Baru Kabupaten Boalemo yang sudah melakukan pelatihan untuk tenaga kesehatan,” pungkasnya.
Mereka bahkan sudah melakukan pelatihan bahasa karena akan ikut program di Jepang. (*)
Migran Gorontalo
Bekerja di Luar Negeri
Berita Gorontalo
Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
| Gorontalo Dipuji Kementerian PPPA karena Miliki Perda Kesetaraan Gender |
|
|---|
| Pemerintah Akan Sanksi Tegas Warga Buang Sampah di Jembatan Ampi Kota Gorontalo |
|
|---|
| Kades di Pohuwato Gorontalo Ditahan Polisi, Diduga Terlibat Tambang Emas Ilegal di Hulawa |
|
|---|
| IAIN Gorontalo Buka PMB 2026, Ini Jalur Masuk dan Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| Anggaran Sosialisasi Program Permukiman Disorot DPRD, Kadis PUPR Gorontalo: Sosialisasi Itu Perlu |
|
|---|