Berita Nasional

Pengantin Menangis, WO Batalkan Acara H-2 Sebelum Acara

Mimpi indah Ridho (26) dan Rerey (24) menjelang pesta pernikahan berubah menjadi kepanikan.

Editor: Wawan Akuba
TRIBUNNEWS
LAPOR PENIPUAN - Sejumlah pasangan melaporkan dugaan kasus penipuan dilakukan wedding organizer ke Polrestabes Surabaya, Sabtu (2/8/2025). Pasangan pengantin sampai menangis mendadak pihak wedding organizer membatalkan job jelang dua hari pesta. 

Sejak Mei, mereka sudah menyiapkan segalanya, mulai dari sewa dekorasi, rias pengantin, dokumentasi, hingga sound system melalui jasa A.

Andika dan Riva sudah membayar Rp8,6 juta dari total kesepakatan Rp14 juta. Namun A justru mendadak sulit dihubungi.

“Saya datangi rumahnya di Tenggilis Mejoyo, kosong. Kata RT-nya, dia pamit mau ke Palembang untuk jual rumah,” kata Andika.

Menghilang Jelang Pesta

Andika menuturkan, banyak korban baru sadar ditipu ketika hari-H sudah dekat.

“Rata-rata ketahuannya mepet pas mau nikah. Pernah saya hubungi, dia bilang gak mau balik ke Surabaya kalau gak bawa uang,” ujarnya.

Beruntung, Andika dan Riva masih sempat mencari vendor pengganti.

“Biasanya WO itu kan survey lokasi dulu. Ini enggak sama sekali. Yang kami harapkan tinggal pengembalian uang,” ucapnya.

Suami Pelaku Berkilah

Sementara itu, Masruri, suami A, membantah kabur dari tanggung jawab. Ia mengklaim sedang berusaha melunasi semua tagihan para korban.

“Kami di Palembang tidak kabur. Kami mau bayar semua tanggungan sesuai nominal. Di sini masih ikhtiar, keluarga A petani kopi, jadi nunggu hasil panen,” ujarnya.

Kasus ini rupanya juga menyeret vendor lain. Pemilik WBP Present Photo Video, Wahyu, mengaku merugi hingga Rp27 juta karena sembilan proyek dokumentasi yang dipesan A tak kunjung dibayar.

“Awalnya semua lancar. Pembayaran H-1 acara sudah beres. Tapi sejak Juni, saya pegang sembilan job dari dia, gak dibayar. Alasannya belum dibayar klien. Padahal saya cek, kliennya sudah lunas,” ungkap Wahyu.

Kini Wahyu siap bersaksi di kepolisian mendukung laporan para korban.

Berharap Keadilan

Ridho, Rerey, Andika, Riva, dan puluhan pasangan lain kini hanya bisa berharap.

Di tengah luka hati karena momen sakral mereka ternodai, keadilan masih jadi satu-satunya harapan.

Mereka berharap uang kembali, dan pelaku penipuan bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved