Fitur TikTok

Tau Creator Care Mode? Fitur Baru di TikTok, yang Menyaring Komentar Negatif

Fitur pertama yang diperkenalkan adalah “Creator Care Mode” atau Mode Peduli Kreator, sebuah sistem moderasi komentar berbasis Artificial Intelligence

Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Tau Creator Care Mode? Fitur Baru di TikTok, yang Menyaring Komentar Negatif
Freepik
ILUSTRASI TIKTOK -- Di tengah ancaman larangan operasional di Amerika Serikat, aplikasi milik ByteDance itu meluncurkan dua fitur baru yang diklaim mampu menangkal penyebaran hoaks dan pelecehan daring terhadap kreator. 

Dengan Creator Inbox, kreator bisa mengelompokkan pesan, merespons pesan secara massal, hingga menjaga interaksi antar followers dan kreator jadi lebih terorganisir dan berjalan lancar.

Upaya memerangi hoaks

Di samping kehadiran fitur moderasi AI, TikTok juga berencana untuk meluncurkan fitur baru yang disebut "Footnotes".

Fitur ini dibuat sebagai upaya perusahaan dalam memerangi informasi palsu atau hoaks yang beredar di platform.

Cara kerja Footnotes sendiri mirip seperti fitur Community Notes yang ada di aplikasi X (dulu Twitter) dan Facebook.

Mekanismenya dengan melibatkan komunitas pengguna yang telah terdaftar sebagai kontributor, untuk membantu memverifikasi kebenaran informasi dari video yang diunggah pengguna.

Meski demikian, kabarnya TikTok tidak akan sepenuhnya menaruh proses verifikasi informasi ini kepada komunitas.

Perusahaan menegaskan bahwa fitur Footnotes hanya berperan sebagai "pelengkap" dari tim pemeriksa fakta TikTok.

TikTok juga bekerja sama dengan 20 mitra pemeriksa fakta yang terakreditasi di bawah Jaringan Pemeriksa Fakta Internasional (International Fact-Checking Network (IFCN). Jaringan ini mencakup 60 bahasa dan beroperasi di lebih dari 130 pasar dunia. 

Sebagai informasi, berbagai pembaruan fitur yang diperkenalkan TikTok ini dilakukan di tengah ancaman larangan operasional perusahaan di negara Amerika Serikat (AS).

Dengan pembaruan ini, tampaknya perusahaan ingin menunjukkan keseriusan mereka dalam aspek keamanan dan perlindungan pengguna. 

Pasalnya, sebagai perusahaan milik China, TikTok sering mendapat kritik dari politisi dan regulator AS karena dianggap memiliki pengaruh buruk bagi penggunanya.

Mereka khawatir aplikasi ini menjadi celah untuk mengakses data pengguna atau algoritmanya bisa memengaruhi opini publik untuk melawan pemerinttah, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNET, Sabtu (2/8/2025).

 

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved