Rabu, 4 Maret 2026

Peringatan Tsunami Gorontalo

Tsunami Setinggi 4 Meter Dampak Gempa Dahsyat Magnitudo 8,7 di Kamchatka Rusia

Gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 8,7 mengguncang wilayah Semenanjung Kamchatka, Rusia bagian Timur Jauh, pada Rabu (30/7/2025).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tsunami Setinggi 4 Meter Dampak Gempa Dahsyat Magnitudo 8,7 di Kamchatka Rusia
TribunGorontalo.com
PERINGATAN GEMPA -- Infografis gempa bumi Rusia yang berdampak ke Indonesia, termasuk Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 8,7 mengguncang wilayah Semenanjung Kamchatka, Rusia bagian Timur Jauh, pada Rabu (30/7/2025).

Gempa kuat ini memicu gelombang tsunami setinggi hingga empat meter, merusak sejumlah bangunan, dan memaksa ribuan warga dievakuasi di Rusia hingga sebagian besar wilayah pesisir timur Jepang.

Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov menyebut gempa ini sebagai yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir.

Dalam pernyataan video yang diunggah di aplikasi Telegram, Solodov mengatakan bahwa salah satu bangunan taman kanak-kanak turut mengalami kerusakan akibat getaran gempa.

“Gempa hari ini benar-benar serius dan yang terkuat dalam puluhan tahun gempa di wilayah ini,” ujar Solodov.

Menteri Penanganan Darurat Daerah Sergei Lebedev menambahkan, tsunami setinggi tiga hingga empat meter sudah tercatat di beberapa titik di Kamchatka.

Ia meminta seluruh warga untuk segera menjauh dari garis pantai sebagai langkah pengamanan.

Menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS), pusat gempa berada di laut, di kedalaman dangkal sekitar 19,3 kilometer, terletak 126 kilometer arah timur-tenggara Kota Petropavlovsk-Kamchatsky.

Kota ini berpenduduk sekitar 165 ribu jiwa dan terletak di pesisir Teluk Avacha. Awalnya, magnitudo gempa dilaporkan 8,0 namun kemudian direvisi menjadi 8,7.

Jepang Siaga, Warga Dievakuasi ke Bukit

Gempa besar di Kamchatka juga membuat Badan Meteorologi Jepang (Japan Weather Agency) meningkatkan status peringatan tsunami mereka.

Badan cuaca Jepang memperkirakan gelombang tsunami setinggi tiga meter akan mencapai kawasan pesisir timur mulai pukul 09.00 waktu setempat (07.00 WIB).

Media penyiaran NHK melaporkan bahwa pemerintah Jepang telah mengeluarkan perintah evakuasi di sejumlah wilayah pesisir yang berisiko terdampak.

Siaran langsung NHK memperlihatkan pekerja pabrik dan warga di Hokkaido, wilayah utara Jepang, berbondong-bondong naik ke bukit yang menghadap lautan untuk menghindari potensi tsunami.

“Segera lakukan evakuasi. Jika memungkinkan, bergeraklah cepat ke dataran lebih tinggi dan menjauh dari pesisir,” kata penyiar NHK dalam siaran langsung.

Peringatan Tsunami Hingga Hawaii

Sementara itu, Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat (US Tsunami Warning System) juga mengeluarkan peringatan adanya “gelombang tsunami berbahaya” yang dapat melanda sejumlah pesisir di Rusia, Jepang, Alaska, dan Hawaii dalam tiga jam setelah gempa.

Pulau Guam dan beberapa pulau di Mikronesia pun berada dalam status tsunami watch.

Pemerintah Hawaii bahkan mengeluarkan perintah evakuasi dari sejumlah wilayah pesisir dengan peringatan keras.

“Lakukan tindakan sekarang! Gelombang tsunami destruktif diperkirakan terjadi,” demikian tulis Departemen Penanganan Darurat Honolulu melalui platform X.

Gubernur Sakhalin, Valery Limarenko, turut mengumumkan perintah evakuasi bagi warga di Kota Severo-Kurilsk, sebuah kota kecil di selatan Semenanjung Kamchatka yang berisiko terdampak langsung tsunami.

Beberapa Warga Luka-Luka

Kementerian Kesehatan Wilayah Kamchatka, melalui Oleg Melnikov, melaporkan bahwa sejumlah warga memerlukan penanganan medis akibat gempa tersebut.

Beberapa orang terluka ketika panik berlari ke luar rumah, seorang warga dilaporkan nekat melompat keluar jendela, dan seorang wanita dilaporkan terluka di dalam terminal bandara baru.

“Semua pasien kini dalam kondisi stabil. Belum ada laporan korban luka berat sejauh ini,” ujar Melnikov kepada kantor berita negara TASS.

Cabang Layanan Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia di Kamchatka menjelaskan bahwa meski magnitudo gempa sangat besar, intensitas getaran tidak sekuat yang diperkirakan.

“Namun, karakteristik pusat gempa membuat intensitas guncangan tidak setinggi yang diantisipasi untuk magnitudo sebesar ini,” jelas lembaga tersebut dalam video resmi di Telegram.

Hingga Rabu sore, sejumlah gempa susulan masih terus terjadi.

Namun, menurut Layanan Geofisika Rusia, kemungkinan gempa susulan yang lebih kuat relatif kecil dalam waktu dekat dan situasi dilaporkan terkendali.

Semenanjung Kamchatka dan wilayah Timur Jauh Rusia memang berada di zona Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), kawasan geologi yang sangat aktif dan menjadi salah satu wilayah paling rawan gempa bumi dan letusan gunung berapi di dunia.

Sebagai catatan, awal Juli lalu, wilayah laut dekat Kamchatka juga sempat diguncang lima gempa kuat.

Salah satunya berkekuatan 7,4 dengan pusat gempa di kedalaman 20 kilometer, sekitar 144 kilometer sebelah timur Petropavlovsk-Kamchatsky.

Sebagai dampak dari gempa Kamchatka ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia juga telah merilis peringatan dini tsunami yang memengaruhi sejumlah wilayah pesisir, termasuk Gorontalo.

BMKG memproyeksikan potensi gelombang tsunami dapat tiba di pesisir Kota Gorontalo sekitar pukul 16.39 Wita.

Pemerintah daerah dan masyarakat Gorontalo diimbau tetap waspada, menjauhi pantai, dan memantau perkembangan situasi melalui informasi resmi. Evakuasi dapat dilakukan sewaktu-waktu bila kondisi mendesak. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved