Politik Gorontalo
Peta Politik Gorontalo Menjelang Pilkada 2030: Persaingan Ketat Golkar, NasDem dan Gerindra
Simak Peta politik di Gorontalo mulai menampakkan bentuknya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2031.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Simak Peta politik di Gorontalo mulai menampakkan bentuknya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2030.
Idah Syahidah Rusli Habibie, Wakil Gubernur Gorontalo saat ini, menjadi salah satu nama yang paling santer disebut sebagai kandidat kuat.
Menurut Dr Adnan, Dosen Pemikiran Politik Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo, pencalonan Idah bukanlah kebetulan semata, melainkan bagian dari strategi besar yang tengah dirancang.
Adnan mengungkapkan bahwa sang suami, Rusli Habibie, sedang mempersiapkan Idah untuk kontestasi Gubernur Gorontalo mendatang.
Dengan posisinya saat ini sebagai Wakil Gubernur dan Ketua DPD I Golkar Gorontalo, peluang politik Idah dinilai sangat terbuka dan menguntungkan bagi Partai Golkar.
Adnan menambahkan bahwa soliditas Partai Golkar akan tetap kuat mengingat Rusli Habibie masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.
Baca juga: BREAKING NEWS: BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami Gorontalo, Masyarakat Diimbau Waspada
Tantangan Idah Syahidah
Meski demikian, Adnan menekankan pentingnya peran aktif Idah dalam menjaga dan merawat konstituennya.
Ia berpendapat bahwa ke depannya, Idah harus mampu tampil lebih mandiri dalam membangun relasi politik dengan masyarakat.
"Saya kira Idah akan tetap didampingi oleh Rusli, akan tetapi di sini Idah harus mampu merawat konstituennya," jelasnya.
Dinamika politik Gorontalo, kata Adnan, diprediksi akan semakin kompetitif. Ia melihat Partai Golkar mulai menghadapi tantangan dari kekuatan politik lain, khususnya Partai NasDem.
Partai ini berpotensi menjadi rival kuat jika mampu mengusung figur yang diterima publik dan bebas dari kontroversi.
"Ke depan yang perlu diwaspadai (Golkar) adalah NasDem, namun figur Nasdem yang bisa terterima siapa? Dan belum punya cacat," ungkap Adnan.
Tak hanya Nasdem, Partai Gerindra juga masuk dalam radar persaingan. Adnan menyoroti figur Elnino Husain Mohi sebagai tokoh kuat yang dimiliki Gerindra di Gorontalo. Meskipun Elnino tidak tampil di kontestasi sebelumnya, ia tetap dianggap sebagai figur potensial.
"Kita tidak tahu kompromi kemarin bagaimana, sehingga Elnino tidak ikut kontestasi Pilkada. Tapi tahun 2030 kita tidak tahu, namun ini tetap perlu diperhitungkan karena dia punya basis massa," jelas Adnan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Akademisi-IAIN-Sultan-Amai-Gorontalo-Dr-Adnan.jpg)