Kematian Diplomat Kemlu
CCTV Indekos Diplomat Muda Digeser atas Permintaan Penjaga, Polisi: Tak Ada Unsur Kesengajaan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menyampaikan bahwa kamera CCTV tersebut digeser
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasus-Kematian-Diploma-Arya-Daru-xcbd.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kepolisian memastikan bahwa pergeseran arah kamera CCTV di indekos tempat ditemukannya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), bukanlah tindakan yang mencurigakan atau disengaja untuk menghilangkan jejak.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menyampaikan bahwa kamera CCTV tersebut digeser atas permintaan penjaga indekos.
Pergeseran dilakukan sesaat sebelum penjaga membuka kamar ADP, yang ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 8 Juli 2025.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa pergeseran arah kamera tersebut dilakukan secara sengaja atas permintaan penjaga kos.
"CCTV itu memang digeser, tetapi bukan karena motif tertentu. Pemilik kos menggesernya atas permintaan penjaga kos," ujar Kombes Wira, Selasa (29/7/2025).
Baca juga: Peta Politik Gorontalo Menjelang Pilkada 2030: Persaingan Ketat Golkar, NasDem dan Gerindra
Baca juga: Penjelasan BMKG soal Peringatan Tsunami Gorontalo, Sulut, Papua, Pasca Gempa Magnitudo 8,7
Pergeseran posisi kamera terjadi ketika penjaga kos hendak membuka kamar tempat korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Polisi memastikan perubahan sudut kamera itu tidak terkait dengan upaya menghilangkan jejak atau bukti.
Temuan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian penyelidikan kasus kematian ADP yang sebelumnya menimbulkan banyak spekulasi publik.
Namun dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan unsur keterlibatan pihak lain dalam kematian sang diplomat.
“Yang kemarin jadi bahasan di media, kenapa CCTV di kos arahnya berubah ketika penjaga kos mulai mencongkel, kami sudah konfirmasi,” kata Wira di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).
Ia menyebutkan, penjaga kos mendapat telepon dari istri ADP yang meminta agar pintu kamar korban dibuka secara paksa.
Permintaan itu kemudian dilaporkan penjaga kepada pemilik kos.
“Pemilik kos menyikapi hal tersebut dengan menggeser sudut CCTV untuk memastikan tindakan penjaga kos saat mendobrak kamar korban,” jelas Wira.
Perubahan arah kamera itu, kata Wira, juga diperkuat dengan bukti video yang direkam oleh salah satu penghuni kos lain yang ikut membantu membuka kamar.
Diketahui, diplomat Kemlu berinisial ADP ditemukan tewas di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025).
Baca juga: Gorontalo Waspada Tsunami Susul Gempa 8.7 SR, BMKG Prediksi Ketinggian Air
Baca juga: 10 Daerah Berpotensi Tsunami, Gorontalo Masuk Dalam Peringatan, Masyarakat Diimbau Waspada