Peringatan Tsunami Gorontalo
BREAKING NEWS: Warga Leato Kota Gorontalo Mulai Mengungsi Pasca Peringatan Tsunami
Informasi peringatan dini tsunami yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuat warga di pesisir Kota Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MENGUNGSI-Sejumlah-warga-Kelurahan-Leato-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Informasi peringatan dini tsunami yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuat warga di pesisir Kota Gorontalo, khususnya Kelurahan Leato, mulai bersiaga.
Pantauan langsung TribunGorontalo.com menunjukkan adanya pergerakan warga menuju lokasi yang lebih tinggi.
Salah satu kelompok paling rentan yang merasakan dampak psikologis cukup besar adalah para lanjut usia (lansia).
Sejumlah lansia di Leato Selatan mengaku sangat takut mendengar adanya potensi tsunami.
Baca juga: BMKG Imbau Warga Gorontalo untuk Tetap Tenang dan Jauhi Pantai Imbas Status Waspada Tsunami
Beberapa dari mereka tak begitu kuasa untuk bergerak.
Kondisi ini memaksa anggota keluarga mereka turun tangan untuk membantu dan bersiap mengantar para lansia ke tempat yang dinilai lebih aman.
Beberapa warga juga menyampaikan bahwa mereka belum pernah mendengar informasi seperti ini sebelumnya.
Pihak Kelurahan Leato Selatan pun telah bergerak cepat dengan menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat melalui berbagai jalur komunikasi, termasuk lewat pengeras suara masjid.
“Tadi juga ada informasi masjid untuk meminta waspada,” kata seorang warga.
Sandi Karim, warga sekaligus nelayan, menyampaikan bahwa saat ini tidak ada lagi aktivitas melaut.
Para nelayan telah kembali ke darat dan memarkir perahu mereka.
Ia menyebut rumahnya berada di ketinggian, sehingga merasa cukup aman.
"Iyah sudah tidak ada yang Melaut, sudah pulang semua ini perahu mereka," ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami Gorontalo, Masyarakat Diimbau Waspada
Meski begitu, rasa cemas tetap menggelayuti pikiran warga, termasuk Jemi Rajak yang masih berada tak jauh dari bibir pantai untuk memantau kondisi.
"Rasa panik ada tapi tidak sampai kacau pikiran," ujarnya.