Peringatan Tsunami Gorontalo
30 Warga Kota Gorontalo Mengungsi ke Pangkalan TNI AL Gorontalo
Sebanyak 30 warga Kota Gorontalo mengungsi di Mako Pangkalan TNI AL Gorontalo sejak pukul 13.00 Wita tadi, Rabu (30/7/2025).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Puluhan-warga-di-pesisir-pantai-Selatan-Gorontalo-memilih-ngungsi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebanyak 30 warga Kota Gorontalo mengungsi di Mako Pangkalan TNI AL Gorontalo sejak pukul 13.00 Wita tadi, Rabu (30/7/2025).
Salah satu warga, Alya Hamzah, mengaku mengungsi begitu mendapatkan kabar potensi tsunami dari BMKG Provinsi Gorontalo.
Alya tak sendiri, Ia datang bersama sejumlah warga lainnya untuk mengungsi ke tempat yang dianggap aman.
"Kami sekitar 20-an orang yang ke sini," kata Alya, Rabu (30/2025).
Hingga berita ini diturunkan, diperkirakan sudah sekitar 30 orang yang berkumpul di lokasi tersebut.
Mereka akhirnya diperkenankan masuk ke dalam kawasan Mako.
Meski sudah ada sebagian yang mengungsi, tidak semua warga memilih langkah serupa.
Alya menyebut, masih banyak masyarakat yang bertahan di rumah. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran tersendiri.
Iyun Yunus, warga lainnya yang juga turut mengungsi, menyampaikan bahwa ini bukan kali pertama mereka mengalami kondisi serupa.
"Pernah tapi sudah lama sekali sebelum Lanal ini seperti ini," imbuhnya.
Ia berharap situasi ini tidak benar-benar berujung pada bencana tsunami.
Kepanikan warga, terutama para lansia, menjadi potret nyata dampak dari informasi peringatan dini yang belum sepenuhnya dipahami dengan baik oleh masyarakat umum.
Sebelumnya, gempa berkekuatan Magnitudo 8,7 mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu pagi (30/7/2025) pukul 06.24 WIB.
Gempa tersebut terjadi di kedalaman 18 kilometer dan dikategorikan sebagai gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka.
BMKG menyebut bahwa gempa itu berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah, termasuk Kota Gorontalo yang masuk dalam zona waspada.
Gelombang tsunami diperkirakan akan tiba sekitar pukul 16.39 WITA dengan ketinggian kurang dari 0,5 meter.
Meskipun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk menjauhi pantai dan tidak mengabaikan peringatan resmi. (*)