Senin, 9 Maret 2026

Gerhana Matahari Total

Fenomena Langka Gerhana Matahari Total 2027: Negara yang Bisa Menyaksikan dan Cara Aman Melihatnya

Fenomena alam ini menjadi sorotan karena akan menampilkan momen langit gelap gulita di siang hari ketika bulan sepenuhnya menutupi matahari.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Fenomena Langka Gerhana Matahari Total 2027: Negara yang Bisa Menyaksikan dan Cara Aman Melihatnya
HO
GERHANA MAAHARI TOTAL -- Dunia astronomi kembali menyambut salah satu peristiwa langka dan menakjubkan, gerhana matahari total yang diprediksi akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Fenomena alam ini menjadi sorotan karena akan menampilkan momen langit gelap gulita di siang hari ketika bulan sepenuhnya menutupi matahari. 

Cara paling aman melihat gerhana Matahari ialah menggunakan proyeksi indirek atau proyeksi tidak langsung menggunakan layar putih, dinding, atau selembar kertas putih.

4. Gunakan kamera lubang jarum (pinhole)

Anda bisa membuat kamera lubang jarum sederhana dengan menggunakan kertas karton.

Alat yang dibutuhkan ialah kertas karton tebal, kertas HVS, gunting, dan jarum atau paku payung.

Cara membuat kamera lubang jarum juga cukup mudah.

Pertama, potong kertas karton menjadi persegi agar nyaman dipegang, tapi jangan terlalu kecil. 

Kedua, tusuk bagian tengah kertas menggunakan jarum atau paku payung.

Pastikan lubang tusukan itu bundar cukup sempurna.

Cara menggunakannya, anda perlu berdiri membelakangi matahari dan memegang kertas karton yang telah dilubangi tadi di sisi bahu atau atas kepala.

Pastikan arahnya pas dengan arah sinar matahari.

Selanjutnya arahkan sinar Matahari yang masuk ke lubang kertas karton ke kertas HVS sebagai layar.

Penjelasan BRIN

Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa fenomena alam gerhana matahari total yang akan terjadi pada 2 Agustus 2027 mendatang tidak bisa dilihat dari Indonesia.

Peneliti Utama Pusat Risen Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin menerangkan, bahwa fenomena tersebut hanya terjadi di wilayah Afrika Utara dan Arab Saudi.

"Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 tidak terjadi di seluruh Bumi, Indonesia pun tidak terlintasi," kata Thomas, Rabu (223/7/2025) dikutip dari Kompas.com.

Menurut Thomas, Indonesia tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total yang terjadi dalam dua tahun mendatang karena tidak dilalui oleh jalur gerhana.

Dia menjelaskan, jalur gerhana bergantung pada konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari sehingga hanya wilayah tertentu yang menjadi gelap.

Adapun jalur Gerhana Matahari Total yang melintasi wilayah Indonesia pernah terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. 

Saat itu, Gerhana Matahari Total dapat dilihat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Di sisi lain, pada saat fenomena terjadi, Indonesia juga sedang mengalami malam hari. 

"Ya saat Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 di Indonesia malam," kata Thomas.

Senada dengan Thomas, NASA juga mengungkap bahwa Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 akan menghiasi langit Afrika dan sebagian Timur Tengah.

Salah satu lokasi strategis untuk menyaksikan Gerhana Matahari ini dengan peluang tutupan awan hampir nol adalah di Libya dan Mesir.

Baca juga: 2 Hari Lagi Hangus! Ini Langkah Mudah Cairkan BSU 2025 di Kantor Pos

Mesir hampir memiliki peluang langit paling cerah paling tinggi dengan pemandangan bebas awan.

Masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total di Luxor, Mesir yang dilintasi Sungai Nil dan menjadi rumah bagi harta karun Mesir Kuno.

Namun perlu diketahui bahwa pada 2 Agustus 2027, suhu di Mesir bisa mencapai 43 derajat Celsius yang sangat menyengat di kulit.

Wilayah yang mengalami Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027

Bulan yang sepenuhnya akan menutupi Matahari pada saat Gerhana Matahari Total terjadi pada tanggal 2 Agustus 2027.

Bayangan Bulan selebar 258 kilometer (km) itu membutuhkan waktu 3 jam 20 menit untuk melintasi Bumi.

Adapun jalur gerhana yang dilalui dimulai dari Samudra Atlantik, lalu melintasi Spanyol bagian selatan, Maroko bagian utara, Aljazair bagian utara, Tunisia bagian utara, Libya bagian timur laut, Mesir bagian tengah, ujung timur laut Sudan, barat daya Arab Saudi, Yaman, dan ujung timur laut Somalia sebelum berakhir di sebelah timur Kepulauan Chagos di Samudra Hindia.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved