Rabu, 4 Maret 2026

210 Ribu Orang Keluar dari Garis Kemiskinan per Maret 2025

Kabar gembira datang dari Badan Pusat Statistik (BPS)! Jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat turun drastis sebanyak 210 ribu

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 210 Ribu Orang Keluar dari Garis Kemiskinan per Maret 2025
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
DIBAYANGI BANJIR -- Husin Abdullah warga Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo saat ditemui TribunGorontalo.com, Minggu (22/6/2025). Husin bersama keluarganya hidup dalam bayang-bayang banjir setiap saat. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kabar gembira datang dari Badan Pusat Statistik (BPS)! Jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat turun drastis sebanyak 210 ribu orang per Maret 2025.

Penurunan signifikan ini membuat total angka kemiskinan di Tanah Air kini berada di angka 23,85 juta orang, turun dari 24,06 juta orang pada September 2024.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa secara persentase, penduduk miskin kini hanya setara dengan 8,47 persen dari total populasi Indonesia.

Angka ini juga menunjukkan penurunan sebesar 0,1 persen dibandingkan periode September lalu.

"Maret 2025 jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 23,85 juta orang atau turun 0,2 juta orang dibandingkan dengan kondisi September 2024. Nah dari persentasenya, penduduk miskin terhadap total populasi atau total penduduknya pada Maret 2025 mencapai 8,47 persen," kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Tren Positif Berlanjut, Kesenjangan Desa-Kota Masih Jadi PR

Penurunan ini menjadi lanjutan dari tren positif yang telah terlihat sejak Maret 2023.

Setelah sempat naik tipis 0,03 persen pada Maret-September 2022, angka kemiskinan di Indonesia terus menunjukkan grafik penurunan yang konsisten.

Namun, BPS juga menyoroti adanya kesenjangan yang mencolok antara tingkat kemiskinan di perkotaan dan pedesaan.

Meskipun secara nasional terjadi penurunan, kemiskinan di desa masih jauh lebih tinggi.

"Pada Maret 2025 tingkat kemiskinan perkotaan sebesar 6,73 persen, sedangkan pedesaan sebesar 11,03 persen. Jadi desa lebih banyak yang miskinnya jika dibandingkan dengan perkotaan," ujar Ateng.

Meski begitu, ada catatan positif: tingkat kemiskinan di desa justru menurun 0,31 persen, sementara di kota malah sedikit meningkat 0,07 persen.

Garis Kemiskinan Naik, Pengangguran Terendah Sejak 1998

Garis kemiskinan terbaru Indonesia per Maret 2025 tercatat Rp609.160 per orang per bulan, naik 2,34 persen dibandingkan September 2024.

Selain kemiskinan, angka pengangguran juga menunjukkan perbaikan signifikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved