Rabu, 4 Maret 2026

Sains dan Teknologi

Bos OpenAI Sam Altman Khawatirkan Dampak Medsos pada Otak Anak, Soroti Video Reels

Para ahli khawatir bahwa otak anak-anak yang masih berkembang menjadi terlalu terbiasa dengan rangsangan cepat ini, sehingga

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Bos OpenAI Sam Altman Khawatirkan Dampak Medsos pada Otak Anak, Soroti Video Reels
freepik
DOPAMINE - Bos OpenAI mengkhawatirkan anak-anak yang dibiarkan bermain medsos bisa kena dopamine hit. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sam Altman, CEO OpenAI, ternyata punya kekhawatiran besar tentang masa depan anak-anak di era digital ini.

Dalam sebuah wawancara dengan podcaster Theo Von yang tayang Rabu (23/7/2025), Altman ditanya bagaimana orang tua bisa mempersiapkan anak mereka menghadapi zaman AI.

Altman justru menyoroti dampak psikologis yang bisa ditimbulkan oleh platform media sosial adiktif pada anak-anak.

"Saya memang punya kekhawatiran tentang anak-anak di tengah teknologi. Menurut saya, dopamine hit dari video pendek itu sepertinya benar-benar mengganggu perkembangan otak anak secara sangat dalam," ujarnya.

Apa Itu "Dopamine Hit"? Sensasi Instan yang Bikin Candu Media Sosial

Istilah "dopamine hit" merujuk pada lonjakan cepat hormon dopamin di otak yang memicu perasaan senang dan kepuasan sesaat.

Dalam konteks media sosial, "dopamine hit" terjadi ketika seseorang menerima notifikasi, likes, komentar, atau scroll tanpa henti pada feed video pendek yang menarik.

Dopamin adalah neurotransmitter yang berperan penting dalam sistem reward (penghargaan) otak.

Ketika kita melakukan sesuatu yang menyenangkan atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan (seperti pujian, makanan enak, atau dalam kasus ini, interaksi di media sosial), otak akan melepaskan dopamin.

Pelepasan dopamin ini memberikan sensasi kenikmatan atau kepuasan, yang mendorong kita untuk mengulangi perilaku tersebut.

Dalam media sosial, proses ini diperkuat oleh algoritma yang dirancang untuk memberikan konten yang relevan dan menarik secara terus-menerus.

Setiap kali ada notifikasi baru, video lucu, atau like pada unggahan, otak akan mendapatkan "dopamine hit" kecil.

Sensasi ini bisa sangat adiktif, membuat pengguna terus-menerus ingin merasakan dorongan dopamin berikutnya, sehingga sulit untuk berhenti scrolling atau mengecek ponsel.

Mengapa "Dopamine Hit" Jadi Kekhawatiran?

Seperti yang diungkapkan oleh CEO OpenAI, Sam Altman, kekhawatiran terbesar adalah dampak "dopamine hit" dari feed video pendek yang bisa mengganggu perkembangan otak anak secara mendalam.

Paparan reward instan yang terus-menerus ini berpotensi mengubah cara otak anak memproses informasi, mengurangi rentang perhatian, dan bahkan memengaruhi kemampuan mereka untuk menunda kepuasan.

Para ahli khawatir bahwa otak anak-anak yang masih berkembang menjadi terlalu terbiasa dengan rangsangan cepat ini, sehingga membuat mereka sulit berkonsentrasi pada tugas yang membutuhkan perhatian lebih lama atau merasa bosan dengan aktivitas yang tidak memberikan reward instan.

Ini yang kemudian disebut dapat memicu masalah mental dan penurunan rentang perhatian di kalangan generasi muda.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved