Lipsus Harga Beras
Naik Drastis! Harga Beras di Kabupaten Gorontalo Sentuh Rp820 Ribu, Pedagang dan Warga Resah
Kenaikan harga beras yang mulai terasa sejak Juni 2025 ini dinilai sangat membebani, terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pedagang-Beras-di-Kabupaten-Gorontalo-ncv.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Harga beras di Kabupaten Gorontalo kembali melonjak tajam dan membuat resah warga serta pedagang.
Di Pasar Sentral Limboto, harga beras kini mencapai Rp820 ribu per koli, naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Kenaikan harga yang mulai terasa sejak Juni 2025 ini dinilai sangat membebani, terutama bagi masyarakat yang bisa dikatakan berpenghasilan rendah.
Salah satu pedagang, Emus Kadir (48), mengungkapkan bahwa harga tergantung kualitas dan asal beras.
"Harga beras sekarang di Limboto Kabupaten Gorontalo ini tembus Rp820 ribu per koli, tapi tergantung dari kualitas beras. Ada juga yang Rp800 ribu, ada juga yang Rp750 ribu untuk beras lokal," ungkap Emus saat ditemui TribunGorontalo.com di lapaknya, Selasa (22/7/2025).
Dalam hal ini, jika beras dijual eceran kata Emus bisa berkisar antara Rp13.500 hingga Rp14.00 per liter. Ia menjual berbagai macam beras seperti ciheran, nurdin dan beras lokal.
Baca juga: Profil Hamim Pou, Eks Bupati Bone Bolango yang Divonis Tak Bersalah Dalam Kasus Korupsi Bansos
Baca juga: Bansos Masjid oleh Hamim Pou Dinyatakan Bukan Korupsi, Hakim Sebut Dananya tak Dinikmati
Emus mengaku sebagian besar beras yang dijualnya berasal dari Sulawesi Tengah, sementara sisanya dari petani lokal di Gorontalo.
Namun, Emus menilai bahwa kualitas beras lokal masih belum bisa bersaing.
"Sebelumnya itu per koli hanya Rp650 ribu. Sekarang sudah naik jadi Rp820 ribu. Menurut saya, ini karena panen di Kabupaten Gorontalo masih kurang, dan kualitas beras lokal itu juga masih di bawah," jelasnya.
Kenaikan harga ini dikeluhkan warga, terutama kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Salah satunya, Eman (57), warga Kelurahan Dunggaluwa, Kecamatan Limboto, yang berharap pemerintah segera turun tangan.
"Harga beras ini kasihan, sangat mencekik masyarakat ekonomi ke bawah. Harapannya dari pemerintah provinsi dan kabupaten bisa atasi masalah ini dengan cepat," ujarnya.
Eman menduga kenaikan harga beras dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pengelolaan pertanian hingga kondisi cuaca.
Ia berharap langkah konkret seperti operasi pasar murah segera dilakukan untuk membantu masyarakat.
"Sebelum harga bahan pokok naik lebih jauh, pemerintah harus bergerak. Bisa dengan pasar murah atau solusi lain, supaya masyarakat tidak makin terbebani," tutup Eman.
Baca juga: Kurang Tidur? Ini 7 Tips Ampuh Agar Tubuh Tetap Fit dan Tidur Nyenyak di Malam Berikutnya
Baca juga: Alasan Hakim PN Gorontalo Putuskan Hamim Pou Tidak Bersalah dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos
Masyarakat berharap ada langkah cepat dan tepat untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, khususnya beras, di Kabupaten Gorontalo. (*)
Reporter TribunGorontalo.com/Arianto panambang