Minggu, 8 Maret 2026

Lipsus Harga Beras

Naik Drastis! Harga Beras di Kabupaten Gorontalo Sentuh Rp820 Ribu, Pedagang dan Warga Resah

Kenaikan harga beras yang mulai terasa sejak Juni 2025 ini dinilai sangat membebani, terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Naik Drastis! Harga Beras di Kabupaten Gorontalo Sentuh Rp820 Ribu, Pedagang dan Warga Resah
TribunGorontalo.com/Arianto Panambang
HARGA BERAS - Salah satu pedagang beras di Kabupaten Gorontalo saat melayani pembeli, Selasa (22/7/2025). Emus menjelaskan harga beras di Kabupaten Gorontalo rata-rata Rp820 ribu per koli. Foto (Arianto Panambang). 

‎TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Harga beras di Kabupaten Gorontalo kembali melonjak tajam dan membuat resah warga serta pedagang.

Di Pasar Sentral Limboto, harga beras kini mencapai Rp820 ribu per koli, naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan harga yang mulai terasa sejak Juni 2025 ini dinilai sangat membebani, terutama bagi masyarakat yang bisa dikatakan berpenghasilan rendah. 

Salah satu pedagang, Emus Kadir (48), mengungkapkan bahwa harga tergantung kualitas dan asal beras. 

‎"Harga beras sekarang di Limboto Kabupaten Gorontalo ini tembus Rp820 ribu per koli, tapi tergantung dari kualitas beras. Ada juga yang Rp800 ribu, ada juga yang Rp750 ribu untuk beras lokal," ungkap Emus saat ditemui TribunGorontalo.com di lapaknya, Selasa (22/7/2025).

Dalam hal ini, jika beras dijual eceran kata Emus bisa berkisar antara Rp13.500 hingga Rp14.00 per liter. Ia menjual berbagai macam beras seperti ciheran, nurdin dan beras lokal.

Baca juga: Profil Hamim Pou, Eks Bupati Bone Bolango yang Divonis Tak Bersalah Dalam Kasus Korupsi Bansos

Baca juga: Bansos Masjid oleh Hamim Pou Dinyatakan Bukan Korupsi, Hakim Sebut Dananya tak Dinikmati

Emus mengaku sebagian besar beras yang dijualnya berasal dari Sulawesi Tengah, sementara sisanya dari petani lokal di Gorontalo.

‎Namun, Emus menilai bahwa kualitas beras lokal masih belum bisa bersaing.

‎"Sebelumnya itu per koli hanya Rp650 ribu. Sekarang sudah naik jadi Rp820 ribu. Menurut saya, ini karena panen di Kabupaten Gorontalo masih kurang, dan kualitas beras lokal itu juga masih di bawah," jelasnya.

Emus Kadir, Pedangan Beras di Pasar Sentra Limboto zsd
HARGA BERAS -- Harga beras di Kabupaten Gorontalo kembali melonjak tajam dan membuat resah warga serta pedagang. Di Pasar Sentral Limboto, harga beras kini mencapai Rp820 ribu per koli, naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya sekitar Rp650 ribu.



‎Kenaikan harga ini dikeluhkan warga, terutama kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah.

‎Salah satunya, Eman (57), warga Kelurahan Dunggaluwa, Kecamatan Limboto, yang berharap pemerintah segera turun tangan.

‎"Harga beras ini kasihan, sangat mencekik masyarakat ekonomi ke bawah. Harapannya dari pemerintah provinsi dan kabupaten bisa atasi masalah ini dengan cepat," ujarnya.

‎Eman menduga kenaikan harga beras dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pengelolaan pertanian hingga kondisi cuaca.

‎Ia berharap langkah konkret seperti operasi pasar murah segera dilakukan untuk membantu masyarakat.

‎"Sebelum harga bahan pokok naik lebih jauh, pemerintah harus bergerak. Bisa dengan pasar murah atau solusi lain, supaya masyarakat tidak makin terbebani," tutup Eman.

Baca juga: Kurang Tidur? Ini 7 Tips Ampuh Agar Tubuh Tetap Fit dan Tidur Nyenyak di Malam Berikutnya

Baca juga: Alasan Hakim PN Gorontalo Putuskan Hamim Pou Tidak Bersalah dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos

‎Masyarakat berharap ada langkah cepat dan tepat untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, khususnya beras, di Kabupaten Gorontalo. (*)

 

Reporter TribunGorontalo.com/Arianto panambang

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved