Kapal Terbakar di Sulut
Betrivia Malimbulun Penumpang KM Barcelona, Ibu Hamil Tua Lompat dari Dek hingga 2 Jam di Lautan
Betrivia Malimbulun (24) menceritakan pengalaman dramatis kala dirinya selamat dari tragedi kebakaran KM Barcelona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Meytrivia-Malimbulun-ibu-hamil-yang-selamatkan-diri-dengan-melompat-ke-laut.jpg)
2 Jam di Air
Betrivia dan keluarganya tersebut berada di air sekitar 2 jam seusai melompat dari KM Barcelona 5 yang terbakar.
"2 jam lebih di air, kemudian ada perahu lalu kita berteriak ada ibu hamil," ucapnya sambil berkaca-kaca.
Namun, jelasnya cuek atau mungkin mereka tidak mendengar.
Lalu bapak bilang tenang dulu pasti ada yang menolong nanti.
"Pertama kali ditolong om orang likupang seorang nelayan," jelasnya.
Selanjunya, diantar ke Pulau Serey, Likupang Barat, Minut.
"Di sana ada perawat yang kemudian langsung bawa saya ke puskesmas ganti baju, mandi, makan dan diperiksa bahwa adik aman," pungkasnya.
Setelah sampai ke darat ditolong nelayan, Betrivia Malimbulun dirujuk untuk rawat inap di Rumah Sakit Sentra Medika Hospital Minut.
Hanya beberapa jam setelah peristiwa mencekam itu, Betrivia Malimbulun melahirkan bayi lelaki sehat pada Minggu 20 Juli 2025 malam.
“Saya bersyukur saya dan bayi saya selamat, tapi untuk sekarang saya belum berani naik kapal laut lagi,” tambahnya.
Bayi lelaki yang lahir pukul 23.00 WITA itu diberi nama Elia Jeonese Sasiil. Kelahirannya menjadi harapan baru di tengah duka tragedi KM Barcelona.
Di Rumah Sakit, Betrivia mendapat kunjungan khusus dari Ibu Anik Yulius Selvanus, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara sekaligus istri Gubernur Sulut.
Ibu Anik datang membawa bingkisan berisi perlengkapan bayi dan memberi dukungan moral kepada Betrivia serta keluarga korban lainnya.
Selain menjenguk Betrivia dan bayinya, Ibu Anik juga mengunjungi bayi Leonardo Xavier Papalapu (2 bulan), putra pasangan Yongki William Papalapu (27) dan Gisella Awuy (29), yang juga selamat dari tragedi kapal tersebut.