Gempa Bumi

Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Dirasakan Rabu Sore 23 Juli 2025, Warga Diimbau Waspada

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 terjadi di laut, sekitar 28 kilometer barat laut Seram Bagian Timur, Rabu (23/7/2025) pukul 15.25 WIB.

Editor: Wawan Akuba
BMKG
GEMPA DIRASAKAN -- Baru saja terjadi gempa bumi dirasakan, artinya warga sekitar gempa melaporkan guncangan yang biasanya sesuai MMI. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 terjadi di laut, sekitar 28 kilometer barat laut Seram Bagian Timur, Rabu (23/7/2025) pukul 15.25 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada pada koordinat 2,92 Lintang Selatan dan 130,31 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

Wilayah yang merasakan getaran gempa tercatat pada skala MMI III–IV di Bula dan Seram Utara Timur Seti.

Getaran ini cukup kuat untuk membuat warga merasakan guncangan di dalam rumah, menggoyangkan benda ringan, hingga membuat beberapa orang berhamburan ke luar rumah.

Mengapa Wilayah Ini Rawan Gempa?

Wilayah Maluku, termasuk Seram, memang dikenal sebagai salah satu daerah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia.

Letaknya berada di zona pertemuan tiga lempeng besar: Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia.

Aktivitas tumbukan lempeng ini memicu potensi gempa bumi tektonik, baik di daratan maupun di dasar laut.

Gempa di laut barat laut Seram Bagian Timur ini pun diduga berasal dari aktivitas subduksi lempeng di sekitar Laut Banda.

Apa Itu Skala MMI?

Dalam laporan gempa, BMKG mencantumkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala ini digunakan untuk mengukur intensitas atau dampak getaran gempa yang dirasakan manusia dan efeknya pada bangunan, bukan sekadar kekuatan magnitudo.

Skala III–IV berarti getaran terasa jelas di dalam rumah, jendela atau pintu bisa bergetar, dan orang-orang di dalam rumah dapat merasakannya dengan jelas.

Hubungan Kedalaman dan Magnitudo

Gempa berkedalaman dangkal, seperti pada peristiwa ini yang hanya 10 kilometer, cenderung berdampak signifikan di permukaan meski magnitudonya sedang.

Kedalaman yang dangkal membuat energi gempa cepat merambat ke permukaan tanpa banyak teredam.

Sebaliknya, gempa bermagnitudo besar tetapi berpusat di kedalaman ratusan kilometer seringkali hanya terasa sebagai guncangan lemah di permukaan.

BMKG: Waspadai Gempa Susulan

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, dan selalu memantau informasi resmi.

Meski tidak berpotensi tsunami, gempa susulan masih mungkin terjadi.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved