Sabtu, 14 Maret 2026

Gempa Bumi

Gempa Bumi Magnitudo 4,1 Guncang Laut Banda, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Laut Banda, Selasa (22/7/2025) pukul 12.19 Wita.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa Bumi Magnitudo 4,1 Guncang Laut Banda, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG
GEMPA BUMI -- Terjjadi gempa bumi di Laut Banda, Selasa (22/7/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Laut Banda, Selasa (22/7/2025) pukul 12.19 Wita.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episentrum gempa terletak pada koordinat 2,73 Lintang Selatan dan 129,57 Bujur Timur dengan kedalaman 32 kilometer di bawah permukaan laut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Analisis Magnitudo dan Kedalaman

Gempa dengan kekuatan Magnitudo 4,1 tergolong gempa berkekuatan rendah hingga menengah.

Biasanya, gempa dengan skala di bawah Magnitudo 5 jarang memicu kerusakan signifikan, kecuali jika terjadi di darat dan pusatnya dangkal.

Dalam peristiwa kali ini, pusat gempa terdeteksi di kedalaman 32 kilometer.

Biasanya gempa dengan kedalaman di bawah 60 kilometer termasuk kategori gempa dangkal. 

Gempa dangkal biasanya lebih sering dirasakan getarannya di permukaan, meski efeknya sangat bergantung pada kondisi geologi di sekitar pusat gempa.

Laut Banda merupakan salah satu zona aktif gempa di Indonesia Timur.

Daerah ini berada di pertemuan beberapa lempeng besar, yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia. 

Interaksi antar lempeng ini memicu aktivitas tektonik yang tinggi, sehingga gempa bumi sering terjadi, baik bermagnitudo kecil maupun besar.

Selain Laut Banda, kawasan Maluku, Papua, dan Sulawesi juga dikenal sebagai wilayah dengan kerentanan seismik tinggi.

Ini menyebabkan warga di daerah tersebut terbiasa dengan gempa-gempa kecil yang sering terjadi setiap pekan atau bahkan setiap hari.

Kenapa Indonesia Rawan Gempa?

Secara geografis, Indonesia terletak di jalur cincin api Pasifik (Ring of Fire) yang mengelilingi Samudra Pasifik.

Jalur ini merupakan rangkaian gunung api aktif sekaligus jalur tumbukan lempeng tektonik.

Setidaknya ada tiga lempeng utama yang terus bergerak dan saling menekan di bawah wilayah Indonesia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Tumbukan, penunjaman, atau pergeseran antar lempeng inilah yang melepaskan energi dalam bentuk gempa bumi.

Menurut catatan BMKG, rata-rata Indonesia mengalami ribuan gempa bumi setiap tahunnya, dengan berbagai skala magnitudo.

Meski demikian, tidak semua gempa menimbulkan kerusakan atau potensi tsunami, karena bergantung pada kedalaman, pusat gempa, dan kondisi geologi lokal.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Warga juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Jika merasakan getaran kuat, masyarakat disarankan segera menjauhi bangunan yang retak atau berpotensi runtuh.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved