Hardi Sidiki Berpulang

Detik-detik Hardi Sidiki Meninggal di Rumah Sakit Diungkap Sang Adik

Suasana haru menyelimuti Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo yang digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum Hardi Sidiki

|
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO/ARIANTO PANAMBANG
PEMAKAMAN HARDI SADIKI - Suasana pemakaman mantan Ketua DPRD Kota Gorontalo Hardi Sadiki pada Sabtu (19/7/2025) 

‎TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Suasana haru menyelimuti rapat paripurna DPRD Kota Gorontalo yang digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum Hardi Sidiki, mantan Ketua DPRD Kota Gorontalo.

‎Dalam prosesi tersebut, adik almarhum, Budiyanto Sidiki, menyampaikan sambutan penuh emosi dan kenangan mendalam tentang detik-detik terakhir sang kakak sebelum wafat.

‎Budiyanto mengungkapkan bahwa almarhum sudah menjalani perawatan intensif selama lebih dari sebulan.

Baca juga: DPRD Kota Gorontalo Beri Penghormatan Terakhir untuk Hardi Sidiki

‎Awalnya dirawat di RS Premier Jakarta, namun karena kondisi kesehatannya memburuk, almarhum kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

‎Di sana, ia menjalani sejumlah tindakan medis dan dirawat di ruang ICU hingga akhir hayatnya.

Adik Almarhum, Budiyanto Sidiki  ffffff
CERITA KELUARGA - Moment saat Budiyanto Sidik Adik Hardi Sadiki saat mengantarkan jenazah kakaknya dan memberikan sambutan di rapat paripurna DPRD, Sabtu (19/7/2025). Budi mengungkapkan detik-detik terakhir Almarhum Hardi Sidiki di RSPAD Gatot Subroto Jakarta

‎ “Selama beliau dirawat, kami mendapat dukungan luar biasa dari DPRD Kota Gorontalo, pemerintah kota, khususnya Pak Sekwan dan jajarannya yang terus memberi semangat, menjenguk, dan mendoakan almarhum,” tutur Budiyanto dengan suara bergetar.

‎Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para sahabat dan kolega almarhum yang tidak sempat menjenguk secara langsung, karena ketatnya aturan jam besuk di ruang ICU.

‎Namun yang paling menyentuh, kata Budiyanto, adalah keteguhan spiritual almarhum.

‎Meski dalam kondisi sangat lemah, Hardi Sidiki tetap menjaga ibadahnya. Ia masih berusaha melaksanakan salat, meskipun hanya mampu melakukannya dengan isyarat.

Baca juga: Tumpah Ruah! Ratusan Warga Gorontalo Iringi Pemakaman Hardi Sidiki di Suwawa Bone Bolango

‎“Beliau sangat kuat. Saya menyaksikan sendiri, tiga kali saya mendampingi di rumah sakit. Dalam kondisi seberat itu, beliau tetap meminta dipandu salat. Meski hanya dengan isyarat, salat tetap beliau jalankan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

‎Menurut Budiyanto, sikap tersebut menjadi cerminan dari pribadi almarhum yang kuat, sabar, dan memiliki kedekatan yang tinggi dengan nilai-nilai keimanan.

‎Ia menambahkan bahwa prosesi paripurna ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari lembaga DPRD, yang pernah dipimpin almarhum selama periode 2019–2024.

‎“Ini kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Prosesi paripurna ini bukan hanya bentuk penghormatan, tapi juga pengakuan atas dedikasi dan jasa almarhum selama hidupnya,” lanjut Budiyanto.

‎Menutup sambutannya, ia memohon kepada seluruh rekan dan masyarakat yang pernah berinteraksi dengan almarhum agar sudi memaafkan segala kesalahan yang mungkin pernah terjadi selama masa hidupnya, baik secara pribadi maupun dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD dan politisi.

‎“Kami sadar, dalam hidup pasti ada khilaf. Kami mohon dengan sangat untuk membukakan pintu maaf, agar perjalanan almarhum menuju Sang Khalik dimudahkan dan diterima di sisi-Nya,” tuturnya.

‎Almarhum Hardi Sidiki kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. ‎Pemakaman dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah. (*/Arianto) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved