Berita Viral Nasional
Terungkap! Bayi-bayi dari Banten hingga Kalimantan Dijual ke Singapura, Harga Belasan Juta Rupiah
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat (Jabar) baru saja membongkar sindikat perdagangan bayi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SINDIKAT-PENJUAL-BAYI-12-Pelaku-Ditangkap.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat (Jabar) baru saja membongkar sindikat perdagangan bayi lintas provinsi yang beroperasi hingga ke Singapura.
Sebanyak enam bayi berhasil diselamatkan dari jaringan keji ini, setelah sebelumnya diambil dari berbagai wilayah seperti Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.
Saat ini, keenam bayi tersebut sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Bandung, sebelum nantinya dititipkan ke fasilitas penampungan, Selasa (15/7/2025).
Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Surawan, mengungkapkan bahwa praktik jual beli bayi ini terendus setelah adanya laporan orang tua yang mengaku anaknya diculik.
Baca juga: Awas! Postingan Medsosmu Bisa Jadi Incaran Pajak Mulai Tahun Depan, Kemenkeu Siapkan Strategi Baru
Dari penelusuran kasus penculikan itu, polisi berhasil mengungkap jaringan perdagangan orang yang ternyata melibatkan penjualan bayi.
Bayi Dipesan Sejak dalam Kandungan, Harga Capai Rp16 Juta
Kombes Surawan menjelaskan, sebagian besar bayi yang diperdagangkan berasal dari Jawa Barat.
Namun, untuk enam bayi yang baru diselamatkan, satu ditemukan di Tangerang, Banten, dan lima lainnya di Pontianak, Kalimantan Barat.
Semuanya dijadwalkan untuk dikirim ke Singapura.
Bayi-bayi yang menjadi korban rata-rata masih berusia tiga hingga empat bulan.
Lebih mirisnya lagi, mereka sudah "dipesan" sejak masih dalam kandungan.
Dalam beberapa kasus, ibu kandung bayi bahkan rela menjual anaknya demi imbalan biaya persalinan.
"Ada orang tuanya secara sengaja menjual sejak dalam kandungan, sehingga sudah dipesan. Lalu, dibiayai persalinannya dan diambil oleh para pelanggan. Harga satu bayinya di kisaran Rp11 juta sampai Rp16 juta," ungkap Surawan.
Praktik perdagangan manusia ini, khususnya penjualan bayi, sudah dijalankan sindikat ini sejak tahun 2023.
Hingga kini, total ada 24 bayi yang berhasil diselamatkan dari jaringan tersebut.
12 Pelaku Ditangkap dengan Peran Masing-masing
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap 12 pelaku yang terlibat dalam sindikat ini.
Mereka memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari perekrut ibu hamil, perawat bayi, pengatur transaksi, bahkan pembuat surat-surat atau dokumen palsu, hingga pengirim bayi.
"Mereka memiliki perannya masing-masing, seperti ada sebagai perekrut awal, sebagai perawat ketika masih bayi maupun transaksinya, bahkan sampai sebelum lahir alias ketika masih dalam kandungan. Kemudian ada penampungannya, lalu ada pembuat surat-surat atau dokumen, serta pengirim," jelas Hendra.
Saat ini, polisi masih terus mendalami motif utama dan jaringan luas di balik praktik perdagangan bayi ini, termasuk menyelidiki peran pihak-pihak di Singapura yang disebut akan mengadopsi bayi-bayi tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat serius akan bahaya perdagangan manusia yang mengancam anak-anak.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.