Perempuan Inspiratif Gorontalo
Sosok Rifcha Paisal, Mahasiswi Gorontalo Raih Medali Emas di Kejurprov Panua Pride MMA Kickboxing
Rifcha Paisal berhasil mencuri perhatian publik dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panua Pride MMA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rifcha-Paisal-saat-meraih-medali-emas.jpg)
(Penulis: Nurfiska K Rahman, Peserta Magang dari UNG)
TRIBUNGORONTALO.COM – Rifcha Paisal berhasil mencuri perhatian publik dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panua Pride MMA.
Kompetisi yang diselenggarakan di Kabupaten Pohuwato itu berlangsung pada 12–13 Juli 2025.
Rifcha Paisal meraih medali emas Kelas 45 kilogram Standing Fight Putri.
Menarinya, itu debut pertamanya di arena kickboxing. Rifcha sejatinya merupakan atlet Karate.
Lantas siapa sosok Rifcha Paisal?
Rifcha Paisal berasal dari Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Wanita berusia 21 tahun kini tengah kuliah di jurusan Kepelatihan Olahraga, Universitas Negeri Gorontalo.
Beberapa waktu lalu, Rifcha bercerita awal mula dirinya mengasah diri hingga mengikuti berbagai ajang Karate.
Pada Juni 2021, Rifcha menyabet medali perunggu pada kelas Kadet Kata Perorangan Putri pada lomba Karate Open Tournament di Universitas Gorontalo.
Empat tahun setelahnya, Rifcha kembali mendapatkan medali perunggu di kelas Senior Kata Perorangan Putri pada Lomba Wadokai Karate Open Tournament Gorontalo di GOR Nani Wartabone Kota Gorontalo.
Baca juga: Profil AKP Dimas Wicaksono Wijaya, Kasat Narkoba Polresta Gorontalo Kota
Debut di Kickboxing
Rifcha mempersiapkan diri kurang dari satu bulan untuk mengikuti ajang Kickboxing.
Ia berlatih di Sasana Dragon Training Camp Kota Gorontalo bersama pelatih Marwan Ibrahim.
Rifcha mengaku senang karena selama mengikuti ajang Kickboxing, dirinya menginap bersama lawan tandingnya.
“Rasanya campur aduk. Tapi waktu diumumkan jadi juara satu, senangnya luar biasa," ungkap Rifcha saat ditemui pada Selasa (15/7/2025).
"Saya bangga bisa buat coach Marwan dan teman-teman satu camp juga ikut bangga,” bebernya.
Rifcha ingin terus berkiprah di dunia bela diri.
Baginya, hanya melalui bela diri dirinya bisa mengurangi beban hidup.
“Saya berharap tetap bisa berkarier di dunia bela diri karena ini bukan cuma soal menang-kalah, tapi cara saya menyembuhkan diri juga," terangnya.
Fika berharap Sasana Dragon Training Camp Kota Gorontalo senantiasa melahirkan atlet-atlet berprestasi.
(TribunGorontalo.com/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.