Berita Viral
Di Balik Sosok Nur Afifah Balqis: Perempuan Muda yang Terseret Pusaran Korupsi Kalimantan Timur
Balqis disebut-sebut sebagai salah satu koruptor termuda yang pernah ditangkap KPK, mencuri perhatian karena usianya yang baru 24 tahun saat terseret.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nur-Afifah-Balqis-Terjerat-Kasus-Korupsi-cvb.jpg)
Balqis sempat disebut dekat dengan Abdul Gafur Mas’ud, Ketua DPC Demokrat Balikpapan sekaligus Bupati Penajam Paser Utara (PPU).
Sialnya, di tengah kegemilangan kariernya, Balqis malah ditangkap KPK.
Ia ditangkap KPK bersama dengan Abdul Gafur Mas'ud (AGM) di sebuah mal yang ada di Jakarta Selatan.
Diilansir dari Tribunnews.com, Nur Afifah Balqis menjadi satu dari 10 orang yang tertangkap OTT KPK pada Rabu (12/1/2022).
Nur Afifah terjerat kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas'ud (AGM).
Diberitakan, KPK menangkap Plt Sekda PPU Mulyadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang PPU Edi Hasmoro (saat itu), serta Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga PPU, Jusman (saat itu).
Selain itu, KPK menangkap satu pihak swasta sebagai pemberi suap yaitu Achmad Zuhdi alias Yudi.
Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat soal dugaan adanya penerimaan uang oleh penyelenggara negara terkait proyek dan izin usaha di Kabupaten PPU.
Melalui laporan tersebut, tim KPK bergerak ke sejumlah lokasi di Jakarta dan Kalimantan Timur.
Sebelumnya, pada Selasa (11/1/2022), orang kepercayaan Abdul Gafur bernama Nis Puhadi diduga melakukan pengumpulan sejumlah uang dari beberapa kontraktor atas perintah Abdul Gafur.
Pengumpulan uang bertempat di salah satu kafe di Kota Balikpapan dan di daerah sekitar Pelabuhan Semayang, Balikpapan.
Uang dalam bentuk tunai yang terkumpul mencapai Rp 950 juta.
Baca juga: Cek Update Harga Emas Batangan Hari Ini Senin 14 Juli 2025, Galeri24 dan UBS Stagnan
Dikutip dari Kompas.com, Nis Puhadi lantas melapor ke Abdul Gafur bahwa uang siap untuk diserahkan kepada dirinya.
Abdul Gafur pun memerintahkan Nis Puhadi untuk membawa uang tersebut ke Jakarta.
Setibanya di Jakarta, Nis Puhadi dijemput Rizky, orang kepercayaan Abdul Gafur.