Senin, 9 Maret 2026

Anggota DPRD Ditahan

Viral Oknum Anggota DPRD Gorontalo Ditahan Otoritas Arab Saudi, Tak Bisa Pulang ke Indonesia

Belakangan ramai beredar isu anggota DPRD Provinsi Gorontalo berinisial MY ditahan otoritas Arab Saudi. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Viral Oknum Anggota DPRD Gorontalo Ditahan Otoritas Arab Saudi, Tak Bisa Pulang ke Indonesia
Freepik
ANGGOTA DPRD DITAHAN — Ilustrasi otoritas Arab Saudi, diambil dari Freepik, Jumat (11/7/2025). Beredar kabar pria berinisial MY yang merupakan anggota DPRD Provinsi Gorontalo ditahan oleh otoritas Arab Saudi. MY tidak diizinkan kembali ke Indonesia. Simak penjelasan pihak DPRD Provinsi Gorontalo dalam artikel ini. 

MY diketahui merupakan pemilik usaha travel umrah di Gorontalo. Ia digugat oleh puluhan warga.

Masyarakat Gorontalo yang merasa dirugikan oleh MY tersebut pernah mendatangi kantor DPRD Provinsi Gorontalo.

Kala itu, Ketua DPRD Thomas Mopili dan Ketua Badan Kehormatan DPRD, Fikram Salilama menerima aduan masyarakat.

Mereka menyampaikan keluhan terkait keberangkatan yang tak kunjung terealisasi, serta dana belum dikembalikan oleh sang pemilik travel. 

Di sisi lain, MY justru membantah semua tudingan yang dilayangkan warga kepadanya.

"Informasi yang saat ini beredar tidak sesuai faktanya," ungkap MY kepada TribunGorontalo.com, Selasa (18/3/2025).

Politikus PKS itu menjelaskan bahwa para jemaah akan bertolak dari Jeddah (Arab Saudi ke Jakarta) tapi mereka ketinggalan pesawat. 

Akibatnya, biaya akomodasi pesawat hangus karena kelalaian para jemaah. 

"Saya rugi sekitar Rp 350 juta," ungkapnya. 

Kendati begitu, ia tetap mengupayakan memulangkan jamaah menggunakan dana pribadinya. 

Upaya memulangkan jamaah menggunakan dana pribadi adalah caranya bertanggungjawab sepenuhnya kepada jemaah, apalagi sebagian besar adalah lansia. 

"Akibat keterlambatan pesawat, saya harus menanggung lagi beban akomodasi tinggal serta makan minum para jemaah selama dua hari di Jeddah," terangnya.

Masalah yang kini muncul adalah, ada jamaah yang menagih hutang kepadanya soal tiket pesawat dari Jakarta ke Gorontalo yang nilainya sebesar Rp 2,5 juta tiap jamaah.

Padahal uang tiket itu dimaksudkan agar sedikit mengurangi bebannya.

Pasalnya ia sudah rugi ratusan juta dan masih harus menanggung lagi biaya tambahan lain.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved