Berita Internasional
Trump Sentil Korea Selatan Soal Biaya Perlindungan Militer
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Kali ini, ia menyinggung Korea Selatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBIJAKAN-AS-Presiden-AS-Donald-Trump-saat-menyampaikan-pernyataan.jpg)
Menjelang pemilu AS tahun lalu, Korea Selatan dan pemerintahan Biden menyepakati perjanjian baru berdurasi lima tahun.
Dalam kesepakatan tersebut, Seoul menyetujui kenaikan kontribusi tahunannya sebesar 8,3 persen menjadi 1,47 miliar dolar AS, dengan kenaikan selanjutnya disesuaikan dengan indeks harga konsumen.
Namun bagi Trump, angka itu belum cukup. Dalam kampanyenya, ia secara terbuka menuntut agar Korea Selatan membayar hingga 10 miliar dolar AS per tahun.
Ia juga menegaskan bahwa pembagian biaya semacam ini akan dimasukkan dalam agenda negosiasi dagang.
Trump sebelumnya pernah menyatakan kemungkinan menarik pasukan AS dari negara-negara mitra, jika mereka tidak mau membayar lebih banyak untuk keberadaan militer Amerika.
Pada Mei lalu, Pentagon membantah laporan Wall Street Journal yang menyebut AS tengah mempertimbangkan penarikan sekitar 4.500 pasukan dari Korea Selatan.
Pernyataan Trump ini berpotensi kembali memanaskan hubungan antara dua sekutu lama, terlebih di tengah ketegangan geopolitik Asia Timur yang masih dinamis. (*)