Berita Viral
Dapat Gaji Ratusan Ribu per Jam, WHV Australia 2025 Jadi Incaran Milenial dan Gen Z
Program WHV memungkinkan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18 hingga 30 tahun untuk tinggal dan bekerja secara legal di Australi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Working-Holiday-Visa-WHV-Australia.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Program Working Holiday Visa (WHV) Australia 2025 kembali menjadi sorotan dan buruan utama anak muda Indonesia, khususnya kalangan milenial dan Gen Z.
Bukan tanpa alasan, program ini menawarkan kesempatan bekerja secara legal di Australia sambil menikmati pengalaman hidup di luar negeri—dengan bayaran yang fantastis.
Salah satu pemegang WHV, Merianti, mengaku menerima bayaran sebesar AUD 30,13 per jam, setara dengan sekitar Rp 331.000 per jam.
Ia bekerja sebagai waitress dan penyortir buah di perkebunan, dan menyebut sistem kerja di Australia sangat menghargai hak pekerja.
Program WHV memungkinkan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18 hingga 30 tahun untuk tinggal dan bekerja secara legal di Australia selama waktu tertentu.
Tak hanya menawarkan penghasilan tinggi, WHV juga memberikan pengalaman hidup di luar negeri dan peluang pengembangan diri yang berharga.
WHV Australia 2025 menjadi incaran karena menawarkan gaji kompetitif.
Merianti, salah satu pemegang WHV, mengaku menerima bayaran sekitar 30,13 dolar Australia (AUD) per jam atau setara Rp 331.000.
Pekerjaan yang dijalani beragam, mulai dari waitress, pencuci piring, pekerja gudang, hingga penyortir buah di perkebunan.
Dengan sistem gaji mingguan atau dua mingguan, ia mampu mencukupi biaya hidup, menabung, serta belajar hidup mandiri di negeri orang.
Menurut Merianti, sistem kerja di Australia sangat menghargai hak pekerja.
Baca juga: Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo Besok Selasa 8 Juli 2025: Cinta, Karier, hingga Keuangan
Tidak ada diskriminasi, aturan tentang pelecehan dan perundungan ditegakkan secara ketat, dan lembur dibayar secara adil.
Selain itu, waktu istirahat juga dijamin.
Meski terdengar menjanjikan, mendapatkan WHV bukan perkara mudah.
Konten kreator Dea Rachma menyebut peluang lolos WHV bahkan lebih sulit daripada mendapatkan tiket konser populer.