Perempuan Inspiratif Gorontalo
Nurain Lakoro Harumkan Nama Gorontalo dengan Medali Emas di Lomba Nasional Bahasa Indonesia
Mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Nurain Lakoro, sukses mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MAHASISWA-BERPRESTASI-Nurain-Lakoro-mahasiswi-Bahasa-dan-Sastra-Indonesia.jpg)
Reporter: Nurfiska Rahman
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Nurain Lakoro, sukses mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional.
Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Sains Hari Pendidikan Indonesia 2025, yang digelar secara daring pada 4 Mei 2025.
Kompetisi bergengsi ini mempertemukan peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, dengan penilaian ketat di berbagai bidang ilmu.
Nurain tampil luar biasa di bidang Bahasa Indonesia, menonjol lewat kemampuan analisis kebahasaan, penguasaan sastra, serta pemahaman mendalam terhadap struktur dan fungsi bahasa.
“Saya ikut lomba ini untuk menantang diri sendiri, keluar dari zona nyaman. Tidak menyangka bisa meraih emas. Rasanya sangat bersyukur dan bahagia,” ungkap Nurain saat diwawancarai dengan penuh antusias.
Bagi Nurain, ajang kompetisi bukan sekadar mencari kemenangan, melainkan sarana untuk belajar dan mengasah kemampuan. Ia percaya bahwa proseslah yang membentuk pribadi tangguh.
“Kompetisi itu proses belajar. Di situlah kita tahu seberapa jauh kemampuan kita dan apa saja yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.
Persiapan yang ia lakukan pun sederhana namun konsisten. Nurain membagi waktu belajar secara bertahap setiap hari, menyempatkan diri untuk membaca ulang materi dan mengerjakan latihan soal meski dalam waktu singkat.
Bahasa: Jembatan Ilmu dan Profesionalisme
Dalam pandangannya, penguasaan Bahasa Indonesia bukan hanya penting di ranah akademik, tetapi juga di dunia profesional.
“Bahasa adalah kunci menyampaikan ide secara ilmiah. Ide sebagus apa pun, jika tidak dikemas dengan bahasa yang baik, akan sulit dipahami,” tegas Nurain.
Kemenangan ini tak hanya berdampak pada akademik Nurain, tapi juga menumbuhkan kepercayaan dirinya.
Ia kini lebih bersemangat mengejar mimpi: menulis buku, membuat konten edukatif, dan menjadi pengajar bahasa.
Sebagai penutup, Nurain memberi pesan penuh semangat kepada mahasiswa dan pelajar lainnya:
“Jangan takut mencoba. Yang sering menghalangi kita bukan kurangnya kemampuan, tapi ketakutan akan kegagalan. Kompetisi bukan soal menang, tapi tentang bagaimana kita bertumbuh melalui prosesnya.”
Prestasi Nurain menjadi bukti bahwa keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman bisa membuka jalan menuju pencapaian luar biasa.
(*)
| Sosok Angeline Alkatiri Halilović, Wakil Gorontalo di Ajang Puteri Indonesia 2026 |
|
|---|
| Sosok Mega Mokoginta, Penulis dan Aktivis Muda Gorontalo Jadi Simbol Advokasi Perempuan |
|
|---|
| Mutia Imran Disambut Antusias Warga Gorontalo, Sang Ayah Bangga |
|
|---|
| Grace Benufinit, Duta GenRe Gorontalo: Saya Ingin Berdampak, Bukan Sekadar Cari Uang |
|
|---|
| Kisah Muvida Pratiwi, Pembawa Baki Pertama Asal Gorontalo di Istana Negara |
|
|---|