Rabu, 11 Maret 2026

PEMPROV GORONTALO

Menu Makan Bergizi Gratis Harus Sesuai Selera Anak Gorontalo, Saran Wagub Idah Syahidah Pakai Rica

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dimatangkan pemerintah pusat perlu mempertimbangkan satu hal penting di Gorontalo: selera pedas anak-an

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Menu Makan Bergizi Gratis Harus Sesuai Selera Anak Gorontalo, Saran Wagub Idah Syahidah Pakai Rica
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
MENU MBG -- Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah saat diwawancarai saat kunjungan kerja jajaran Deputi BGN bersama Deputi III KSP. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dimatangkan pemerintah pusat perlu mempertimbangkan satu hal penting di Gorontalo.

Hal ini diungkap langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, saat mendampingi kunjungan kerja Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) ke Gorontalo, Rabu (2/7/2025).

Menurut Idah, menu MBG untuk sekolah-sekolah di Gorontalo tidak bisa disamaratakan dengan daerah lain.

Sebab, anak-anak di wilayah ini sudah terbiasa dengan cita rasa pedas sejak dini.

“Selera anak-anak ini harus disesuaikan dengan menu MBG,” kata Idah.

“Hal ini karena anak-anak Gorontalo terbiasa makan rica atau cabe sejak kecil,” tambahnya sambil tersenyum.

Pernyataan ini memunculkan tantangan menarik dalam penyusunan menu MBG.

Tantangannya menghadirkan makanan yang bergizi, aman, tapi tetap sesuai dengan lidah lokal.

Rasa pedas yang identik dengan rica adalah elemen penting dalam kuliner Gorontalo.

Bahkan di banyak rumah tangga, anak-anak sejak balita sudah mengenal rasa cabe, baik dalam lauk pauk maupun camilan rumahan.

Meski demikian, MBG tetap harus memperhatikan standar gizi nasional.

Artinya, penyesuaian rasa pedas harus dilakukan dengan pengawasan agar tetap aman dikonsumsi oleh anak-anak usia sekolah.

Selain soal cabe, permasalahan lain yang mengemuka dalam kunjungan tersebut adalah ketersediaan susu.

Idah mengakui konsumsi susu di Gorontalo masih tergolong rendah.

“Gorontalo memang kekurangan susu karena anak-anak masih sedikit yang mengkonsumsi susu,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved