Gempa Bumi

Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Senin Sore 30 Juni 2025, Info Detil BMKG

Sebuah gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2.9 mengguncang wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada hari ini, Senin 30 Juni 2025, tepat pukul 1

Editor: Wawan Akuba
BMKG
GEMPA BUMI -- Mag:2.9, 30-Jun-2025 14:57:53WIB, Lok:0.79LU, 98.83BT (81 km BaratDaya MANDAILINGNATAL-SUMUT), Kedlmn:52 Km #BMKG. Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 2.9 mengguncang wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada hari ini, Senin 30 Juni 2025, tepat pukul 14:57:53 WIB.

Guncangan ini berpusat di lokasi yang cukup spesifik, mengindikasikan aktivitas seismik di bawah permukaan.

Analisis Lokasi, Magnitudo, dan Kedalaman

Menurut data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik koordinat gempa berada di 0.79 Lintang Utara (LU) dan 98.83 Bujur Timur (BT).

Lokasi ini menempatkan episentrum gempa sekitar 81 kilometer di arah Barat Daya Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Dengan magnitudo 2.9, gempa ini tergolong gempa ringan yang umumnya tidak menyebabkan kerusakan signifikan, namun masih dapat dirasakan oleh sebagian orang, terutama di dekat pusat gempa.

Adapun kedalaman gempa tercatat 52 kilometer. Kedalaman ini mengindikasikan bahwa gempa termasuk dalam kategori gempa dangkal hingga menengah.

Gempa dangkal (kurang dari 60 km) biasanya lebih terasa di permukaan karena energi yang dilepaskan berada lebih dekat dengan permukaan tanah.

Sementara itu, gempa menengah (60-300 km) juga dapat terasa luas, namun seringkali dengan intensitas yang lebih rendah di permukaan.

Dalam kasus ini, kedalaman 52 km menempatkannya di ambang batas antara dangkal dan menengah, yang berarti dampaknya mungkin terasa lokal namun tidak berpotensi merusak secara luas.

Analisis Gempa Bumi dan Potensi Dampak

Melihat magnitudo yang relatif kecil dan kedalaman yang tidak terlalu dangkal, gempa ini kemungkinan besar merupakan bagian dari aktivitas tektonik regional yang umum terjadi di Sumatera.

Wilayah Sumatera dikenal sebagai zona aktif seismik karena terletak di pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia.

BMKG juga menyertakan disclaimer bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan.

Artinya, data yang dirilis saat ini adalah hasil pengolahan awal yang mungkin belum stabil dan bisa berubah seiring dengan kelengkapan data dari stasiun-stasiun seismik lainnya.

Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Gempa dengan magnitudo dan kedalaman seperti ini kecil kemungkinannya menyebabkan tsunami atau kerusakan struktural yang luas. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved