Jumat, 6 Maret 2026

Pemkab Gorontalo

Pemkab Gorontalo Resmikan Kawasan Kuliner Nontunai dan Sistem Terpadu Retribusi Pasar

Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong modernisasi pelayanan publik dan penguatan ekonomi lokal.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pemkab Gorontalo Resmikan Kawasan Kuliner Nontunai dan  Sistem Terpadu Retribusi Pasar
Pemkab Gorontalo
KAWASAN KULINER NONTUNAI - Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meluncurkan Kawasan Wisata Kuliner Nontunai dan Sistem Terpadu Retribusi Pasar (ST12-PAS) yang dilaksanakan bertepatan dengan momentum Car Free Day Limboto, Minggu (29/6/2025). (Sumber Foto: Humas Pemkab Gorontalo). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong modernisasi pelayanan publik dan penguatan ekonomi lokal.

‎Hal ini ditandai dengan peluncuran Kawasan Wisata Kuliner Nontunai dan Sistem Terpadu Retribusi Pasar (ST12-PAS) yang dilaksanakan bertepatan dengan momentum Car Free Day Limboto, Minggu (29/6/2025)

‎Dalam sambutannya, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan kawasan kuliner berbasis pembayaran digital.

‎Menurutnya, inovasi ini bukan hanya memfasilitasi gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, tetapi juga menjadi tonggak awal transformasi digital sektor ekonomi rakyat.

‎“Kawasan ini bukan sekadar destinasi kuliner tapi simbol transisi menuju ekosistem digital yang inklusif,” ujar Sofyan.

‎Melalui penerapan sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang bekerja sama dengan Bank Indonesia dan perbankan, para pelaku UMKM kini bisa mengakses layanan keuangan secara lebih mudah.

‎Hal ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Lowongan Kerja Gorontalo - Mufidah Group Butuh Admin Medsos hingga Karyawan Gudang, Daftar Sekarang!

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga meluncurkan ST12-PAS, sistem digital retribusi pasar yang dirancang agar pengelolaan retribusi menjadi lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

‎Ia berharap sistem ini mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memberi kenyamanan bagi para pedagang pasar.

‎“Dengan digitalisasi, kita bisa mencegah kebocoran, menata keuangan daerah lebih baik, dan memastikan bahwa setiap rupiah kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan publik,” tegasnya.

‎Sofyan Puhi juga menekankan pentingnya mengiringi kemajuan teknologi dengan nilai-nilai sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat lokal.

‎Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelatihan, pendampingan, dan infrastruktur digital demi memastikan pelaku UMKM dan pasar tradisional tidak tertinggal dalam arus digitalisasi.

‎Ia pun mengajak masyarakat untuk aktif mendukung program-program digital ini.

‎“Mari kita jadikan Kabupaten Gorontalo sebagai daerah yang sehat, cerdas, inovatif, dan berdaya saing tinggi,” tutupnya. (Adv)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved