Berita Nasional
Mutasi Besar di Tubuh Polri! Komjen Setyo Budiyanto hingga Eddy Hartono Dimutasi
Kali ini, empat jenderal bintang tiga (Komisaris Jenderal/Komjen) ikut dalam rotasi jabatan yang ditandatangani langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kapolri-Jenderal-Listyo-Sigit-Prabowo-xcdfgd.jpg)
Mutasi ditetapkan pada 23 Juni 2025.
Baca juga: BSU 2025 Tahap 2 Segera Cair! Cek Jadwal, Syarat, dan Cara Cek Nama Penerima Lewat HP
Dari total personel yang dimutasi, sebanyak 534 di antaranya menjalani promosi jabatan atau perpindahan jabatan setara (flat).
Rinciannya meliputi jabatan tingkat Irjen Pol (IB) sebanyak 5 personel, jabatan Brigjen Pol (IIA) ada 7 personel, jabatan Kombes Pol (IIB) sebanyak 321 personel, jabatan Kapolrestabes/ta/metro ada 15 personel, jabatan AKBP Mantap (IIIA1) 89 personel, jabatan Kapolres (IIIA2): 74 personel.
Dalam mutasi kali ini, tercatat pula 23 polisi wanita (Polwan) menempati jabatan strategis.
Tiga di antaranya diangkat menjadi kapolres, yaitu AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menjabat Kapolres Sragen.
Lalu AKBP Marieta Dwi Ardhini sebagai Kapolres Sumbawa, dan AKBP Devi Ariantari menjabat Kapolres Landak.
Selain promosi, mutasi juga mencakup Gassus (penugasan khusus) 83 personel, Selesai Gassus 6 personel, Pengukuhan Jabatan 12 personel, Pensiun 61 personel.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kinerja serta mendukung regenerasi di tubuh Polri.
“Mutasi jabatan merupakan proses alamiah dalam organisasi, sebagai bentuk penyegaran, pengembangan karier, serta pemenuhan kebutuhan institusi. Ini juga mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga profesionalisme dan responsivitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Brigjen Trunoyudo juga menyoroti peningkatan peran Polwan dalam jabatan strategis.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan struktur organisasi guna menjawab tantangan serta harapan masyarakat secara adaptif dan humanis.
Baca juga: Kapan Pencairan BSU 2025 Tahap 2? Ini Bocoran Jadwalnya dari Kemnaker
“Penempatan Polwan sebagai kapolres menunjukkan bahwa Polri terus mendorong kesetaraan dan profesionalisme berbasis kompetensi, tanpa membedakan gender,” tambahnya
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com