Universitas Negeri Gorontalo
Universitas Negeri Gorontalo Tetap Jadi Primadona Mahasiswa Luar Daerah, Orang Tua Cerita Alasannya
Prosesi Wisuda Angkatan ke-55 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tidak hanya menjadi momen membanggakan bagi ribuan mahasiswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/menjadi-bukti-bahwa-UNG-terus-diminati-oleh-mahasiswa.jpg)
Reporter: Sri Yolanda Tangahu
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Prosesi Wisuda Angkatan ke-55 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tidak hanya menjadi momen membanggakan bagi ribuan mahasiswa.
Tetapi momen ini juga menjadi saksi haru bagi para orang tua, terutama yang datang dari luar Gorontalo.
Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi mendampingi anak-anak mereka meraih gelar sarjana.
Salah satunya adalah Ruaida Tungoli, ibu dari Ziati Haruna, lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah.
Perempuan asal Desa Bukamou, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol ini tampak tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Ini memang pilihan anak saya sendiri, dan sebagai orang tua, saya tentu mendukung. Harapan saya sederhana, semoga ilmu yang didapat di sini bisa membuat dia menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujar Ruaida dengan mata berkaca-kaca, sesaat setelah prosesi wisuda di Auditorium UNG, Rabu (25/6/2025).
Bagi Ruaida, keberhasilan sang anak bukan sekadar kebanggaan pribadi, tetapi juga simbol perjuangan keluarga.
Ia mengaku keputusan memilih UNG merupakan hasil diskusi keluarga yang berpihak pada keinginan anak, namun juga mempertimbangkan faktor mutu dan biaya.
Kisah serupa datang dari Samsia Agel, ibu dari Iswanto, lulusan Program Studi Pendidikan Ekonomi.
Warga asal Sulawesi Tengah ini mengungkap bahwa UNG bukanlah pilihan sembarangan.
“Kami lihat sendiri dari pengalaman keluarga kami yang sudah lebih dulu kuliah di sini, hasilnya baik. Makanya kami tidak ragu lagi untuk menyekolahkan anak di UNG,” tutur Samsia.
Ia menyebut lokasi kampus yang masih bisa dijangkau dan reputasi akademik yang terus berkembang sebagai dua alasan utama yang meyakinkan mereka sebagai orang tua.
Menurut Samsia, menyekolahkan anak di UNG adalah investasi yang rasional, terutama bagi keluarga dari luar daerah yang ingin kualitas pendidikan tanpa harus jauh-jauh ke Pulau Jawa.
Fenomena ini menunjukkan bahwa UNG telah menjelma menjadi magnet bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia Timur.
Selain unggul dalam kualitas akademik, kampus ini juga dinilai ramah bagi mahasiswa rantau dari sisi biaya hidup dan lingkungan sosial.
Bagi banyak keluarga seperti Ruaida dan Samsia, gelar sarjana bukan hanya milik anak-anak mereka, tetapi juga buah dari doa, kerja keras, dan keyakinan mereka pada pendidikan.
Wisuda ke-55 UNG pun menjadi panggung pembuktian bahwa kampus ini tetap dipercaya dan diminati oleh keluarga dari luar Gorontalo.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.