Berita Gorontalo
Momentum Wisuda UNG Jadi Ladang Kreativitas Anak Muda, Omzet Tembus Jutaan Rupiah
Wisuda ke-55 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bukan hanya jadi hari bersejarah bagi para lulusan, tetapi juga menjadi momen emas bagi anak-anak muda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Anak-muda-Gorontalo-menjajakan-aksesori.jpg)
Reporter: Inayah Nuraulia Mokodongan
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Wisuda ke-55 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bukan hanya jadi hari bersejarah bagi para lulusan, tetapi juga menjadi momen emas bagi anak-anak muda untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui usaha mandiri.
Sejak pagi, suasana di sekitar auditorium kampus UNG terlihat semarak. Tak hanya oleh toga dan bunga, tapi juga oleh deretan lapak aksesori dan akrilik buatan tangan yang dipasarkan oleh para wirausahawan muda.
Salah satunya Aleca Bukoi (30), pemilik usaha aksesori handmade yang ia rintis sejak tahun 2022.
Di lapaknya, beragam aksesori dijajakan mulai dari gantungan kunci, gantungan HP, gelang, cincin, hingga gantungan masker, semua hasil karya tangannya sendiri.
“Kami jual banyak jenis aksesori, semua saya buat sendiri. Bahan-bahannya saya beli secara online karena di Gorontalo belum tersedia,” ujar Aleca kepada TribunGorontalo.com, Rabu (25/6/2025).
Meski bermodal awal hanya Rp100 ribu, kini Aleca mampu meraup omzet hingga jutaan rupiah tiap kali berjualan di hari wisuda.
“Kalau ramai seperti sekarang, omzet bisa tembus lebih dari Rp1 juta. Selain buka lapak di kampus saat wisuda, saya juga jualan dari rumah dan menerima pesanan online,” tambahnya.
Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, mulai dari Rp5 ribu per item.
Di sisi lain, ada pula Yayan Husain (29), yang mengusung usaha akrilik dan buket bunga custom dengan brand Galery Bucket.
Produk buatannya memadukan akrilik dengan figur boneka dan desain kreatif, lengkap dengan tatakan handmade.
“Untuk gambar atau boneka di dalam akrilik kami pesan secara online sesuai desain yang kami buat sendiri. Harganya bervariasi, mulai Rp35 ribu sampai Rp200 ribu,” ujar Yayan.
Berjualan sejak 2020 dari rumah, Yayan mulai membuka lapak secara mandiri sejak 2022.
Kini, ia telah memiliki toko tetap di Jalan Dua Susun, Kota Gorontalo, tepatnya di samping Masjid Al-Muhajirin.
Dengan modal awal Rp3 juta, usaha Yayan kini bisa menghasilkan omzet hingga Rp8 juta hanya dalam satu hari wisuda.
“Alhamdulillah dari pagi sudah ramai pembeli. Hari-hari seperti ini memang jadi momen panen,” katanya sambil melayani pelanggan.
Fenomena ini menunjukkan semangat wirausaha yang kuat di kalangan anak muda Gorontalo.
Mereka memanfaatkan momen keramaian bukan hanya untuk mencari cuan, tetapi juga memperkenalkan karya dan kreativitas lokal kepada masyarakat luas. (*)