Kecelakaan di Gunung Rinjani
Detik-detik WNA Brasil Sebelum Terjatuh ke Tebing Gunung Rinjani, Pemandu Ungkap Kondisi Korban
Detik-detik tragis sebelum pendaki wanita asal Brasil, JDSP (27), terjatuh ke tebing curam Gunung Rinjani mulai terkuak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KECELAKAAN-Tim-SAR-gabungan-melakukan-proses-evakuasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Detik-detik tragis sebelum pendaki wanita asal Brasil, JDSP (27), terjatuh ke tebing curam Gunung Rinjani mulai terkuak.
Pemandu yang mendampingi rombongan JDSP menceritakan kondisi korban yang sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan sebelum insiden nahas itu terjadi.
JDSP ditemukan meninggal dunia setelah pencarian dramatis selama berhari-hari.
Kepala Seksi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman menjelaskan kronologi pendakian maut tersebut.
Menurutnya, JDSP bersama lima wisatawan lain dan seorang pemandu memulai pendakian dari pintu Sembalun pada Jumat (20/6/2025). Target mereka adalah mencapai puncak Rinjani.
Kelelahan di Cemara Tunggal Jadi Titik Krusial
Perjalanan menuju puncak Rinjani adalah tantangan berat. Saat rombongan tiba di area yang dikenal sebagai Cemara Tunggal, JDSP mulai menunjukkan gejala kelelahan ekstrem.
"Ketika menuju puncak Rinjani, dalam perjalanannya di area Cemara Tunggal korban mengalami kelelahan dan guide saat itu menyarankan korban untuk beristirahat," jelas AKP Nikolas Osman.
Pemandu lantas menginstruksikan JDSP untuk beristirahat sejenak, sementara rombongan lainnya didampingi pemandu melanjutkan perjalanan ke puncak. Harapannya, JDSP bisa menyusul setelah tenaganya pulih.
Namun, saat rombongan di puncak menunggu, JDSP tak kunjung tiba.
Kekhawatiran muncul, dan sang pemandu bergegas kembali ke lokasi di mana JDSP terakhir kali diinstruksikan beristirahat. Nahas, JDSP sudah tidak ada di tempat.
Senter di Dasar Tebing Ungkap Lokasi Jatuh
Dalam pencarian panik, sang pemandu akhirnya melihat sebuah cahaya senter di dasar tebing, mengarah ke danau.
Cahaya itu memancar dari kedalaman sekitar 200 meter. Kecurigaan langsung mengarah pada senter milik JDSP.
"Saat melakukan pencarian, pemandu tersebut melihat cahaya senter korban di bawah tebing dengan kedalaman sekitar 200 meter ke arah danau. Sehingga guide merasa curiga bahwa cahaya senter tersebut adalah milik korban," tambah Nikolas.