Berita Gorontalo Utara

Sekda Akui Banyak Kegiatan di Gorontalo Utara Masih Belum Dibayar

Kabupaten Gorontalo Utara mencatatkan fenomena unik dalam laporan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Triwulan I Tahun Anggaran 2

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
PENYERAPAN ANGGARAN : Laporan penyerapan anggaran APBD dan APBD triwulan I tahun anggaran 2025 kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo, Senin (23/6/2025). Realisasi fisik dan realisasi keuangan Gorontalo Utara berbanding terbalik. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kabupaten Gorontalo Utara mencatatkan fenomena unik dalam laporan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Triwulan I Tahun Anggaran 2025.

Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) yang digelar di Hotel Aston Gorontalo, Senin (23/6/2025), terungkap bahwa daerah ini menempati peringkat pertama dalam realisasi fisik, namun ironisnya justru berada di posisi paling buncit dalam realisasi keuangan.

Sekretaris Daerah Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, tak menampik kejanggalan ini.

Di hadapan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan jajaran pemerintah daerah se-Provinsi Gorontalo, ia membeberkan dua alasan utama mengapa serapan anggaran keuangan di wilayahnya begitu rendah.

“Pertama, kami saat itu masih memprioritaskan anggaran untuk pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU),” jelas Suleman.

Kondisi ini, menurutnya, menyebabkan pembayaran berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan harus ditunda.

“Jadi kegiatan-kegiatan itu memang sudah jalan, tetapi pembayarannya belum dilakukan. Itu yang membuat serapan keuangan kami belum maksimal,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa data laporan keuangan yang disampaikan hingga Mei 2025 masih bersifat sementara karena proses rekonsiliasi belanja masih berlangsung.

“Persoalan rekonsiliasi belanja masih sementara dalam tahap proses sampai dengan bulan ini,” terang Suleman.

Meski demikian, ia tetap optimistis. Jika bukan karena faktor PSU, ia meyakini Gorontalo Utara akan mencatatkan performa terbaik dalam dua aspek sekaligus.

“Kalau bukan karena PSU, Pak Gubernur, mungkin Gorontalo Utara jadi yang tertinggi di fisik dan keuangan,” ucap Suleman disambut perhatian peserta Rakorev.

Kontras Data

Data yang dipaparkan Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, menunjukkan bahwa Gorontalo Utara berada di urutan pertama realisasi fisik, yakni 41,92 persen.

Disusul oleh Kabupaten Boalemo (41,46 persen) dan Kabupaten Gorontalo (40,99 persen).

Namun dari sisi realisasi keuangan, Gorontalo Utara terpuruk di dasar klasemen dengan 21,33 persen, jauh di bawah Kabupaten Gorontalo yang menempati posisi tertinggi dengan 33,16 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved