Minggu, 8 Maret 2026

Desa Kreatif Gorontalo

Desa Tanggilingo Gorontalo Jadi Desa Kreatif Berkat Kue Karawo, Rencana Didatangi Menteri

Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi menetapkan Desa Tanggilingo di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango sebagai Desa Kreatif.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Desa Tanggilingo Gorontalo Jadi Desa Kreatif Berkat Kue Karawo, Rencana Didatangi Menteri
TribunGorontalo.com
DESA KREATIF - Moment kepala Desa Tanggilingo, Moh S Badu saat menunjukkan produksi kue karawo, Selasa (24/6/2025). Ia menjelaskan ada 9 rumah produksi di desanya, namun terdapat 65 pembuat kue secara keseluruhan di Desa Tanggilingo. Foto (Arianto Panambang). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi menetapkan Desa Tanggilingo di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango sebagai Desa Kreatif.

‎Penetapan ini menjadi bukti bahwa desa yang dulunya tergolong tertinggal ini berhasil bangkit melalui sentra usaha kecil berbasis kearifan lokal, khususnya dalam produksi kue karawo yang telah berlangsung sejak era 1980-an.

‎Kepala Desa Tanggilingo, Mohammad S. Badu, mengungkapkan bahwa penetapan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga provinsi, serta semangat warganya dalam mengembangkan produk khas berbasis UMKM.

‎“Syukur alhamdulillah, saya diundang oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk membicarakan penetapan desa kami sebagai desa kreatif," ungkapnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Selasa (24/6/2025).

‎"Kita semua di sini, khususnya para pembuat kue karawo, diminta menyiapkan terobosan-terobosan baru. Alhamdulillah sekarang sudah resmi ditetapkan,” tambah Kades.

‎Desa Tanggilingo dikenal luas karena kekhasan kue karawonya. Usaha ini telah dijalankan secara turun-temurun sejak puluhan tahun lalu.

‎Namun selama ini para pembuat kue masih menggunakan dapur rumahan dan belum memiliki rumah produksi sendiri. Pemerintah pun hadir menjawab kebutuhan tersebut.

‎“Dulu belum ada rumah produksi, semuanya dicampur di dapur biasa. Sekarang sudah ada 9 rumah produksi yang dibangun oleh pemerintah, meski sebenarnya jumlah pembuat kue mencapai 65 orang,” ujar Kades Badu.

‎Dengan keterbatasan anggaran, baru 9 rumah produksi yang bisa direalisasikan.

Namun ini sudah menjadi tonggak penting untuk mendukung skala produksi yang lebih profesional dan higienis.

‎Pemerintah desa pun mengambil langkah strategis dengan membentuk Koperasi Merah Putih, sebagai upaya mengintegrasikan pelaku UMKM ke dalam sistem ekonomi yang lebih terorganisasi.

‎“Ini juga sesuai instruksi Presiden bahwa setiap desa dan kelurahan harus segera membentuk koperasi. Syukur alhamdulillah administrasi dan legalitas koperasi kami sudah lengkap,” ujarnya.

‎Melalui koperasi ini, pemerintah desa mengatur distribusi bahan baku dan pemasaran produk, termasuk memastikan harga jual yang wajar bagi pelaku UMKM.

‎Harapannya, koperasi bisa menjadi pusat penggerak ekonomi lokal dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.

‎Kepala desa menceritakan bagaimana Tanggilingo dulunya berada dalam posisi desa tertinlokal

‎Namun berkat niat tulus dan kolaborasi lintas sektor, kini desa ini menjadi salah satu contoh kebangkitan ekonomi berbasis komunitas.

‎“Kalau kita punya niat baik, pasti akan ada jalan. Dengan dukungan dari desa, daerah, hingga provinsi, pelaku UMKM kami didampingi dan diberi bantuan. Akhirnya perputaran ekonomi bisa terjadi di desa kami,” tutur Kades Badu.

‎Menariknya, tenaga kerja di sektor pembuatan kue tidak hanya berasal dari Tanggilingo.

‎Beberapa di antaranya bahkan datang dari Paguyaman, Suwawa, dan pesisir lainnya.

‎Ini menunjukkan bahwa dampak ekonomi dari geliat UMKM di Tanggilingo sudah melampaui batas administratif desa.

‎Penetapan sebagai desa kreatif menjadi babak baru bagi Tanggilingo. Kepala desa berharap agar produk-produk UMKM, terutama kue karawo, bisa dikenal secara nasional hingga internasional.

‎“Harapan kami, pelaku UMKM di desa kami bisa dikenal luas. Kami berterima kasih kepada Bupati Bone Bolango Bapak Ismet Mile dan juga Bapak Gubernur Rusli Habibie serta Bapak Gusnar Ismail yang sejak awal telah mendukung terobosan desa-desa kreatif, termasuk desa kami,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved