Prakiraan Cuaca Gorontalo
Pantas Gorontalo Masih Diguyur Hujan Padahal Sudah Masuk Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
Memasuki pertengahan Juni 2025, sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Gorontalo, masih diwarnai hujan.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Prakiraan-cuaca-BMKG-besok-Kamis-27-Maret-2025-889999.jpg)
Oleh karena itu, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih singkat dari biasanya dan tidak merata secara spasial.
Kondisi yang disebut sebagai "kemarau basah" ini membawa dampak ganda.
Bagi petani padi, pasokan air irigasi mungkin tetap tersedia.
Namun, kelembapan tinggi justru berisiko bagi pertanian hortikultura, membuat tanaman seperti cabai, bawang, dan tomat lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit.
Dwikorita menekankan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, dalam merespons dinamika iklim yang semakin sulit diprediksi akibat perubahan iklim global.
"Kita tidak bisa lagi berpaku pada pola iklim lama. Anomali-anomali iklim semakin sering terjadi. Adaptasi harus dilakukan secara cepat dan tepat,” tegasnya.
BMKG berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam membaca perubahan cuaca dan iklim dengan lebih presisi, agar setiap langkah ke depan bisa lebih bijak dan berbasis data.