Musim Nike Gorontalo
Musim Nike Gorontalo Tiba, Penjual Musiman Raup Untung hingga Setengah Juta Sehari
Musim ikan nike kembali tiba di Gorontalo, membawa berkah tersendiri bagi warga, terutama para penjual musiman yang memanfaatkan momen ini untuk merau
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MUSIM-NIKE-GORONTALO-Enki-Ishak-warga-Lekobalo.jpg)
Reporter: Inayah Nuraulia Mokodongan, Mawar Hardiknas Tasya Datunsolang, dan Sri Yolanda Tangahu.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Musim ikan nike kembali tiba di Gorontalo, membawa berkah tersendiri bagi warga, terutama para penjual musiman yang memanfaatkan momen ini untuk meraup rezeki.
Salah satunya adalah Enki Ishak, warga Kelurahan Lekobalo, Kota Gorontalo, yang sudah empat hari terakhir berjualan nike di pinggir jalan.
Ikan nike yang merupakan kecil transparan yang hanya muncul pada musim-musim tertentu di perairan Gorontalo, memiliki cita rasa khas yang membuatnya selalu diburu masyarakat.
Rasanya gurih dan teksturnya lembut, cocok dijadikan bahan baku perkedel, sambal nike, hingga pelengkap bubur.
Beli dari Nelayan, Jual Eceran
Enki mengaku tidak menangkap ikan nike sendiri, melainkan membelinya langsung dari nelayan.
Setiap hari, ia membeli satu ember nike dengan harga sekitar Rp300 ribu. Setelah itu, ia menjualnya kembali secara eceran.
"Saya jual per kaleng, harganya Rp10 ribu. Biasanya bisa dapat sampai lima ratus ribu sehari, tergantung ramai atau tidak," ujar Enki saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (23/6/2025).
Meski tak selalu habis terjual, Enki tak menganggapnya sebagai kerugian.
“Kalau tidak habis, masih bisa dijual besok. Asal disimpan baik-baik, nike masih layak dijual,” tambahnya.
Tips Memilih Nike Segar
Menurut Enki, pembeli harus cermat dalam memilih ikan nike.
Salah satu ciri utama ikan yang masih segar adalah warna tubuhnya yang putih bening dan mata yang jernih.
"Kalau sudah lama, biasanya warnanya agak gelap dan matanya merah. Itu tandanya sudah tidak segar," jelas pria berusia 34 tahun ini.
Ia juga membantah anggapan bahwa ada berbagai jenis ikan nike.
“Semua sama, tidak ada jenis yang berbeda. Cuma beda waktu dan tempat ditangkap saja,” katanya.
Perlu diketahui bahwa Nike merupakan ikan musiman yang hanya muncul beberapa kali dalam setahun, mengikuti fase bulan dan arus laut tertentu.
Karena itu, para pedagang seperti Enki hanya berjualan saat musim nike tiba.
"Dari pagi sampai malam saya jualan, tapi cuma pas musim saja. Kalau tidak musim, saya kerja serabutan," ujar Enki, yang memanfaatkan momen ini untuk menambah penghasilan keluarga.
Kehadiran musim nike memang selalu dinanti masyarakat Gorontalo, bukan hanya untuk dikonsumsi, tetapi juga sebagai sumber pendapatan tambahan bagi banyak warga.
Jalan-jalan protokol hingga sudut kampung pun ramai dengan para penjual nike.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.