Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Viral

Heboh! Dedi Mulyadi Disiram Air Saat Acara di Bekasi, Pelaku Sebut Dirinya Percaya Dua Alam

Pelaku, yang belakangan diketahui berprofesi sebagai tukang bangunan dan berasal dari Narogong, langsung diamankan oleh petugas Satpol PP, Polisi.

Tayang:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Heboh! Dedi Mulyadi Disiram Air Saat Acara di Bekasi, Pelaku Sebut Dirinya Percaya Dua Alam
KOLASE Instagram/dedimulyadi71 dan YouTube Petualang dan Explore
BERITA VIRAL-Di tengah antusiasme warga yang memadati lokasi, seorang pria tiba-tiba menyiram air ke arah Dedi Mulyadi sebanyak tiga kali. Tak hanya itu, ia juga melemparkan botol air mineral ke arah rombongan sang gubernur. Pelaku, yang belakangan diketahui berprofesi sebagai tukang bangunan dan berasal dari Narogong, langsung diamankan oleh petugas Satpol PP, Polisi, dan TNI yang berjaga. 

TRIBUNGORONTALO.COM-Sebuah insiden mengejutkan terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga di Desa Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Di tengah antusiasme warga yang memadati lokasi, seorang pria tiba-tiba menyiram air ke arah Dedi Mulyadi sebanyak tiga kali. Tak hanya itu, ia juga melemparkan botol air mineral ke arah rombongan sang gubernur.

Pelaku, yang belakangan diketahui berprofesi sebagai tukang bangunan dan berasal dari Narogong, langsung diamankan oleh petugas Satpol PP, Polisi, dan TNI yang berjaga.

Saat dimintai keterangan, pria tersebut menegaskan bahwa aksinya bukan karena disuruh siapa pun.

Inilah alasan tukang bangunan di Bekasi siram Dedi Mulyadi 3 kali.

Ia membantah disuruh orang lain untuk meyiram Gubernur Jawa Barat itu.

Polisi menemukan ada jimat dalam tasnya.

Baca juga: Resmi Menikah, Rizky Ridho Jadi Trending di X Gara-gara Cewek Indonesia Ramai Patah Hati

Baca juga: Viral Wanita Buang Uang ke Driver Ojol Gorontalo, Identitasnya Terungkap

Viral di media sosial Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, disiram oleh seorang pria di Bekasi, Jawa Barat Jumat (20/6/2025).

Pria yang belum diketahui namanya itu tiba-tiba menyiram KDM dengan air sebanyak 3 kali.

Tak hanya itu, ia pula melempar botol ke arah Dedi Mulyadi.

Siram Dedi berkali-kali, tukang bangunan itu mengaku bukan orang suruhan.

Ia malah sebut dua alam.

"Gak, Demi Allah. Kita percaya ada dua alam," katanya saat diamankan petugas Satpol PP dan Polisi serta TNI yang berjaga.

Kepada petugas pria itu mengaku berasal dari Narogong.

Ia mengaku pergi ke acara tersebut bersama anak dan istrinya.

Dia mengatakan menyiram air karena anaknya tergencet.

"Tadi bocah kegencet bang. 'Woi tolong woi'," katanya. 

Ketika digeledah, polisi menemukan sebuah jimat dari tas milik pelaku.

Ia mengaku jimat itu bukan untuk kebal, melainkan usaha.

"Biasa usaha pak. Ya biasa yang namanya usaha apa aja yang penting halal," katanya.

Pria tersebut mengatakan berprofesi sebagai tukang bangunan.

Kejadian Dedi Mulyadi disiram air itu terjadi saat sang Gubernur menghadiri acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga di Desa Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi pada 

Saat itu Dedi sedang berjalan menuju ke panggung dan dikawal ketat.

Antusias warga membuat Dedi sulit berjalan.

Banyak warga berusaha mendekati Dedi Mulyadi untuk foto dan menyampaikan keluhan.

Dedi dengan pengawalan berusaha untuk menerobos kerumunan warga yang sangat banyak.

Sesaat sebelum sampai panggung, rombongan Dedi sempat berhenti.

Baca juga: Kode Redeem FF Free Fire Terbaru Hari Ini Senin, 23 Juni 2025: Tukarkan di reward.ff.garena.com

Baca juga: VIRAL INTERNASIONAL: Terpesona Suara AI, Pria Ini Lamar ChatGPT Padahal Punya Istri dan Anak Sah

Pantauan TribunnewsBogor.com dari live Youtube Humas Jabar, tampak dari sisi kanan kerumunan warga ada tangan berbalut switer warna gelap menyiramkan air menggunakan botol air mineral.

Ia menyiram sebanyak tiga kali ke arah rombongan Dedi Mulyadi.

Ketika airnya sudah habis bahkan dia melemparkan botol air mineral ukuran besar itu ke arah yang sama.

Sontak petugas Satpol PP dan Polisi serta TNI yang berjaga langsung sigap mengamankan pelaku.

Pelaku merupakan seorang pria berbaju putih dengan tulisan 'Clasic' dalam bentuk sambung.

Ia dibawa menjauh dari kerumunan warga.

Reaksi Dedi Mulyadi

Sementara Dedi Mulyadi sama sekali tak menyinggung soal penyiraman tersebut saat memberi sambutan pada warga Bekasi.

"Jadi saya mencintai Bekasi, karena mencintai itu kadang sikapnya menyakitkan. Saya mencintai Bekasi lihat Bekasinya kumuh, kalau saya mencintai Bekasi, Bekasinya kumuh, Bekasinya banjir berarti saya harus menyelesaikan kekumuhan dan banjir," kata Dedi di atas panggung.

Padahal tampak baju Dedi bagian kanan belakang basah.

Entah karena terkena siraman air, atau basah akibat keringat.

"Kalau kumuh berarti bangunan kumuhnya harus dibongkar dulu. Kalau banjir berarti penyebab banjirnya harus diberesin dulu karena saya mencintai," ucap KDM.

Ia mengatakan jika bukan karena mencintai untuk apa datang jauh dari Bandung ke Bekasi.

"Kalau saya jadi gubernur tidak mencintai ngapain datang ke Bekasi capek-capek, mending di Bandung cicing (diam). Dari Bandung saya pergi ke Singapur, dari Singapur saya pergi ke Perancis pulangnya saya cerita 'nih saya bawa investasi', padahal bohong," ucap Dedi.

Baca juga: Membahayakan Amerika, Donald Trump Terancam Dimakzulkan Gara-gara Serang Iran Secara Sepihak

 

Ia hanya menyinggung atas perlakuan warga saat berjalan tadi.

"Ngapain keringetan kayak gini. Dari situ lewat ke sini 2 jam. Aing teh ditarik ke belah dieu, dikereweuk, ditarik, beak aing (Saya ditarik ke sebelah sini, ke sebelah sana. Diremes, ditarik, habis saya)," kata Dedi Mulyadi.

Dia juga meminta maaf atas penataan dan penertiban bangunan yang kini sedang digalakkan di Bekasi.

"Jadi saya minta maaf pada orang Bekasi. Saya mencintai Bekasi. Ku lihat Bekasi tinggi rumputnya sampai 3 meter, ku lihat Bekasi sungainya keruh, ku lihat Bekasi penataan perumahannya berantakan, banyak bagunan kumuh, pedagang pasarnya aut-autan," katanya.

"Karena aku mencintai maka izinkan aku untuk segera menata wajahmu," tambah Dedi Mulyadi.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved