Kamis, 12 Maret 2026

Polemik Mie Gacoan Gorontalo

Sejumlah Warga Gorontalo Kaget Mie Gacoan Tutup, Padahal Baru Berkunjung

Para calon pembeli itu tidak menduga hari ini Mie Gacoan tidak menjual apa pun.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sejumlah Warga Gorontalo Kaget Mie Gacoan Tutup, Padahal Baru Berkunjung
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
MIE GACOAN TUTUP -- Potret warga dan gerai Mie Gacoan. Sejumlah pembeli kaget Mie Gacoan tiba-tiba tutup hari ini, Selasa, 17 Juni 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah warga kaget gerai Mie Gacoan tiba-tiba ditutup.

Para calon pembeli itu tidak menduga Mie Gacoan tidak menjual apa pun pada hari ini Selasa (17/6/2025).

Fadila Monoarfa, warga Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, mengaku tidak menduga dirinya akan pulang dengan tangan hampa.

"Saya dua hari lalu memang suka ke sini tapi karena antri baru datang hari ini, eh ternyata tutup," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (17/6/2025).

Fadila saat ini diminta kakaknya untuk membeli Mie Gacoan.

"Saya ke sini juga pesanan dari kakak, berangkat dari jam 9 ke sini," jelasnya.

Kendatipun, Fadila mengaku sudah pernah mencicipi Mie Gacoan di luar daerah. Namun ia penasaran mencicipi Mie Gacoan Gorontalo.

"Kalau Mie Gacoan di Kota Gorontalo saya belum pernah," ujarnya.

Di tempat yang sama, Dina Zakaria mahasiswi asal Kwandang juga mengaku kaget adanya penutupan Mie Gacoan.

Dina sebelumnya pernah mendengar informasi penutupan Mie Gacoan. Akan tetapi, ia memilih mendatangi langsung ke lokasi untuk mencari tahu.

"Sudah dapat informasi tapi belum percaya nanti pas lihat langsung ternyata sudah tutup," bebernya.

Dina sendiri belum mencicipi Mie Gacoan sampai sekarang.

"Belum pernah rasa, kemarin belum datang karena masih sibuk," terangnya.

Sementara itu, Mila Dako warga yang tinggal di Jl HB Jassin Kota Gorontalo juga seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya hari ini.

"Saya hanya diberitahukan teman saya kalau sudah tutup cuma saya tidak percaya. Pas saya datang, sudah tutup ternyata," ucap Mila.

Para pengunjung itu hanya bisa berharap Mie Gacoan segera dibuka kembali.

Adapun saat ini TribunGorontalo.com masih menunggu pernyataan resmi dari pihak Mie Gacoan.

Baca juga: Wali Kota Gorontalo Tutup Mie Gacoan Selama 30 Hari untuk Selesaikan Masalah Upah Buruh

Wali Kota Gorontalo Tutup Mie Gacoan

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menutup Mie Gacoan selama 30 hari ke depan.

Keputusan ini dikeluarkan Adhan Dambea melalui surat Nomor: 500.16.7.2/DPMPTSP-SEK/319/VI/2025 tertanggal 16 Juni 2025.

Penutupan sementara Mie Gacoan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari Wali Kota Gorontalo terkait keluhan buruh bangunan beberapa waktu lalu.

Hal ini memicu protes dari masyarakat pada Kamis (12/6/2025) lalu.

"Perusahaan Saudara telah menimbulkan gangguan ketertiban umum berupa demonstrasi masyarakat, sehingga perlu dilakukan penghentian sementara kegiatan usaha Saudara terhitung mulai tanggal 17 Juni 2025 dan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal surat ini," demikian bunyi salah satu poin dalam surat tersebut.

Pemerintah Kota Gorontalo juga memberikan kesempatan kepada pihak manajemen PT. Pesta Pora Abadi (Mie Gacoan) untuk memberikan tanggapan resmi atas penutupan tersebut dalam rentang waktu 30 hari.

Lebih lanjut, surat tersebut menyatakan bahwa apabila pihak restoran telah melunasi seluruh kewajiban pembayaran kepada kontraktor dan pekerja, maka restoran dapat melaporkan hal tersebut kepada pihak berwenang untuk proses tindak lanjut.

Tembusan surat ini turut disampaikan kepada Ketua DPRD Kota Gorontalo dan Kepala Satpol PP Kota Gorontalo sebagai bentuk koordinasi lintas lembaga.

Penutupan ini menjadi perhatian publik, terlebih karena Mie Gacoan dikenal sebagai salah satu restoran yang tengah naik daun di berbagai kota di Indonesia.

Mengapa Mie Gacoan Ditutup Wali Kota Gorontalo?

Penutupan sementara Mie Gacoan ini berkaitan indikasi upah pekerja yang belum dilunasi pihak kontraktor.

Diketahui, sejumlah buruh bangunan proyek Mi Gacoan di Kota Gorontalo belum menerima upah dari kontraktor pelaksana yakni PT Brian Jaya.

Penunggakan itu berlangsung selama enam bulan, dengan total nilai mencapai sekitar Rp100 juta.

Kondisi ini memicu keprihatinan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Kota Gorontalo.

Pada Kamis (12/6/2025), mereka menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Kota Gorontalo, menuntut pembayaran hak-hak buruh tersebut.

Menurut Arya Sahrain, perwakilan Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Kota Gorontalo, para buruh yang bekerja di bawah naungan PT Brian Jaya ini belum menerima upah sejak Desember 2024 hingga Juni 2025.

"Berdasarkan pengakuan kepala mandor, upah mereka sekitar Rp100 juta belum dibayarkan," ungkap Arya kepada TribunGorontalo.com, Kamis.

Akibat penunggakan gaji ini, para pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, bahkan untuk membayar iuran BPJS pun mereka tak memiliki uang.

Massa aksi mendesak manajemen Mie Gacoan untuk mendesak PT Brian Jaya segera melunasi tunggakan upah buruh.

"Jadi kami meminta Mie Gacoan untuk mendesak pihak ketiga untuk membayar gaji mereka," jelas Arya.

Wali Kota Minta Mie Gacoan Lapor Polisi

Adhan mendesak Mie Gacoan segera melapor ke Polresta Gorontalo Kota perihal upah buruh.

Kendatipun masalah gaji ini diduga kelalaian pihak ketiga, Adhan justru mempertanyakan tanggung jawab Mie Gacoan.

"Kalau itu benar, maka Mie Gacoan lapor ke polisi. Tapi sampai dengan sekarang belum melapor, berarti kesalahan ada sama mereka," terang Adhan.

Wali Kota juga menyayangkan keputusan Mie Gacoan yang memilih menggunakan kontraktor dari Kalimantan, alih-alih memberdayakan kontraktor lokal Gorontalo.

"Itu salah mereka kenapa ambil kontraktor dari luar, masih banyak kontraktor dari Gorontalo," tutur Adhan.

Oleh sebab itu, Adhan Dambea memberikan ultimatum kepada pihak Mie Gacoan.

"Kita tutup selama Mie Gacoan belum melapor ke Polresta Gorontalo Kota," tegasnya.

Adhan mengakui bahwa dirinya sangat mendukung investor masuk Kota Gorontalo, namun setiap investor harus mengikuti regulasi yang berlaku.

"Kita memang butuh investasi tetapi bukan investasi yang merugikan rakyat," pungkasnya.

 

(TribunGorontalo.com/*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved